Peristiwa

Pelajar yang Tewas di Pasuruan, Diduga Korban Begal

PASURUAN, FaktualNews.co – Upaya petugas Satreskrim Polres Pasuruan Kota, Jawa Timur, untuk mengungkap identitas dan motif korban tewas yang ditemukan di pinggir lapangan bola di Dusun Sumuwaru, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jumat (14/9/2018) dinihari, akhirnya membuahkan hasil.

Jasad laki-laki diketahui bernama Mahfud Budi Sutiawan (17), asal Desa Kelampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probololinggo. Sementara keterangan dari pihak keluarga, korban keluar rumah pada Kamis (13/9/2018) sekitar jam 19.00 WIB. Korban pamit mau mengambil buku ke rumah temannya di kawasan Grati, Pasuruan.

Korban yang mengendarai sepeda motor Vixion warna putih, pergi sendirian dengan membawa handphone. Karena tak pulang hingga larut malam, keluarga korban bingung. Hingga pada Jumat (15/9/2018) dinihari, juga belum pulang. Bahkan dihubungi via handphonenya juga tak aktif. Setelah ada informasi orang hilang di Nguling, keluarga memastikan menuju Polsek Nguling.

Dari informasi di lapangan, korban tewas diduga kuat lantaran terkena aksi begal saat memasuki wilayah Nguling. Hal ini mengacu pada motor milik korban Yamaha Vixion yang tak diketahui keberadaannya hingga saat ini. Namun polisi belum bisa menyimpulkan terkait motif tewasnya pelajar itu karena belum mendapatkan bukti yang kuat.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso membenarkan kalau korban seorang pelajar asal Kecamatan Tongas. “Korban meninggal ada dugaan motif pembunuhan. Namun apakah lantaran dibegal atau bukan, masih kami selidiki. Sebab dari hasil otopsi rumah sakit, bahwa korban meninggal akibat dianiaya,” terangnya.

Seperti diberitakan, warga Dusun Sumurwaru, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, menemukan sosok mayat laki-laki tanpa identitas di pinggir lapangan bola, Jumat (14/9/2018) dinihari. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah. Polisi juga menemukan potongan kayu yang berlumuran darah di TKP.