Peristiwa

Puluhan Desa di Ngawi Dilanda Kekeringan, Warga Kesulitan Air Bersih

NGAWI, FaktualNews.co- Dalam musim kemarau kali ini, di wilayah kabupaten Ngawi, terdapat sebanyak 30 desa berada di delapan wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Ngawi, dinyatakan krisis air. Data tersebut diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Ngawi, Eko Heru Tjahjono mengatakan, akibat dilanda krisis air, pihak BPBD setiap harinya melakukan dropping air bersih ke sejumlah desa yang dinyatakan krisis air bersih. ” Setiap harinya kami siapkan tiga truk tangki untuk dropping air bersih ke desa yang mengalami krisis air, “ujar Eko Heru Tjahjono, Minggu (16/9/2018).

Menurut Heru Tjahjono, dropping air bersih itu akan terus dilakukan terutama untuk wilayah yang betul-betul dilanda kekeringan mendasar permintaan warga. “Untuk teknis dropping air bersih, selama ini kami kerjasama dengan pihak PDAM yang disesuaikan dengan permintaan warga,” terang Heru.

Lebih lanjut Heru menjelaskan, dalam pemetaan BPBD Kabupaten Ngawi, ada sebanyak 3 kecamatan di Kabupaten Ngawi, yang mengalami krisis air bersih dengan berbagai kategori kritis. Diantaranya, yakni Kecamatan Bringin, Kecamatan Pitu dan Kecamatan Karanganyar.

Sampai pertengahan September 2018 ini, lanjutnya, untuk Kecamatan Bringin meliputi beberapa desa diantaranya Desa Dampit, Kenongorejo dan Suruh. Sedangkan Kecamatan Pitu, di Desa Cantel. Heru menyebut, dari luasan wilayah yang sering dilanda kekeringan ada dua tingkatan.

Untuk kategori I merupakan daerah/kecamatan rawan kekeringan disetiap tahunnya seperti di Kecamatan Pitu, Kecamatan Bringin, Karangjati, Kedunggalar, Karanganyar dan Widodaren. Sedangkan kategori II, masuk di beberapa kecamatan dengan ancaman kekeringan lebih rendah antara lain Ngawi Kota, Gerih dan Geneng.

“Suatu desa dinyatakan krisis air, apabila warga dalam mengambil air bersih dengan jarak diatas sejauh 3 kilo meter, “pungkasnya.