Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Jumlah DPT Pemilu 2019 di Jatim Berkurang 60 Ribu

Politik     Dibaca : 104 kali Jurnalis:
Jumlah DPT Pemilu 2019 di Jatim Berkurang 60 Ribu
FaktualNews.co/Mokhamad Dofir/
Ketua KPU Jawa Timur Eko Sasmito.

SURABAYA, FaktualNews.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur merivisi jumlah pemilih di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Pada DPT hasil perbaikan, jumlah pemilih di Jawa Timur berkurang sekitar 60 ribuan dari DPT awal.

“Setelah ada proses pleno terbuka DPT hasil perbaikan itu kita punya sekitar 30 juta 400 ribuan (pemilih), memang ada berkurang sekitar 60 ribu dari DPT awalnya,” ujar Ketua KPU Jawa Timur, Eko Sasmito, Senin (17/9/2018).

Perubahan DPT tersebut lebih lanjut dijelaskan Eko, usai pihaknya melakukan penyisiran ulang karena adanya temuan partai politik dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terkait banyaknya pemilih ganda.

“Ada juga yang tadinya tidak memenuhi syarat kemudian dicoret, ada juga (pemilih) tambahan-tambahan yanng memenuhi syarat itu ditambahkan. Semuanya ada disana,” lanjut Eko.

Akan tetapi angka tersebut ditegaskannya, bukan hasil akhir sehingga kemungkinan terjadi perubahan DPT.

Sedangkan KPU Jatim saat ini mengaku masih akan terus mencermati data yang ada, “Ini nanti bisa masuk ke DPT tambahan dan DPK (Daftar Pemilih Khusus),” singkatnya.

Soal pemilih ganda, Eko tak menampik beberapa sengaja dilakukan oleh oknum tertentu guna mendulang suara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

“Ini sudah dalam proses kepolisian,” tegasnya.

Data yang berhasil dari berbagai sumber disebutkan bahwa jumlah DPT di Jawa Timur pasca Pemilihan Gubernur meningkat dari yang semula 30.155.719 pemilih menjadi 30.554.761 dengan rincian 15.043.257 pemilih berjenis kelamin laki-laki dan 15.511.504 pemilih berjenis kelamin perempuan.

Namun penambahan jumlah pemilih tersebut bermasalah ketika Bawaslu dan beberapa partai politik melaporkan adanya temuan pemilih ganda kepada KPU.

Editor
Saiful Arief