Birokrasi

Bupati Situbondo Meradang, Serapan Anggaran OPD Rendah

SITUBONDO, FaktualNews.co – Hingga akhir September 2018, serapan anggaran di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Situbondo, Jawa Timur, sangat rendah.

Bahkan, disebagian OPD, diketahui serapan anggaran hanya sekitar 50 persen. Sontak, hal itu membuat Bupati Situbondo Dadang Wigiarto meradang.

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto mengatakan, rendahnya serapan anggaran itu akibat pimpinan sebagian OPD kurang koordinasi dengan bawahannya untuk memantau realisasi program. Sehingga, banyak program yang tidak berjalan sesuai dengan rencana.

“Kepala OPD yang diketahui serapan anggarannya rendah itu harus bertanggungjawab. Jangan hanya membagi program tanpa ada koordinasi lagi,” ujar Buppati Dadang Wigiarto, usai rakor bersama seluruh OPD di Auditorium Kantor Pemkab Situbondo.

Menurutntya, pihaknya mengingatkan kepada para pimpinan OPD agar bisa memanfaatkan perubahan APBD untuk menyesuaikan rencana keuangan pemerintah daerah dengan perkembangan situasi dan kondisi yang yang berimplikasi pada meningkatnya anggaran penerimaan maupun pengeluaran, atau sebaliknya.

“30 September 2018 harus selesai, kalau tidak selesai berarti tidak ada APBD perubahan anggaran,” imbuhnya.

Lebih jauh Bupati Dadang, memang tidak semuanya menjadi kesalahan pimpinan OPD, karena terkadang serapan berjalan tetapi pihak ketiga tidak segera mengeksekusinya. “Hal ini akan menjadi mudah terukur dan diantisipasi kalau OPD melaporkan progres kinerja,” jelasnya.

Namun, saat dikonfirmasi tentang nama OPD yang serapan anggarannya sangat rendah, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto enggan untuk menyebut nama OPD itu. “Diakui, hanya seperenam dari jumlah OPD dilingkungan Pemkab Situbondo, yang diketahui serapan anggarannya rendah. Meski demikian, ini tidak boleh dibiarkan dan perlu dikontrol terus,” pungkasnya.