FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Konflik Galian C di Gondang Mojokerto Terus Bergulir

Peristiwa     Dibaca : 102 kali Jurnalis:
Konflik Galian C di Gondang Mojokerto Terus Bergulir
FaktualNews.co/Amanullah/
Aksi menolak galian C di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Senin (1/10/2018).

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Konflik galian C yang diduga menjadi penyebab sumber mata air warga di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto mengering terus berlanjut.

Meski sempat beberapa kali melakukan aksi juga mediasi bersama instansi terkait di balai desa setempat. Warga yang resah dengan keberadaan galian C di sepanjang aliran sungai Galuh yang berada di Desa Jatidukuh terus menemui jalan buntu.

Hingga akhirnya, Senin (1/10/2018), warga dari beberapa Desa di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto kembali melakukan aksi, mendesak agar pemerintah segera menutup galian tersebut.

Bahkan, aksi yang di dominasi Ibu-ibu juga anak-anak ini, ratusan massa langsung mendatangi lokasi galian, untuk membuktikan bahwasanya, galian yang tengah beroposi hampir satu tahun lebih ini di nilai menjadi penyebab tidak teralirinya sumur dan sawah milik warga.

Galian c mojokerto

Aksi menolak galian C di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Senin (1/10/2018). FaktualNews.co/Amanullah/

Khusnul Khatimah (46), warga Desa Jatidukuh mengatakan, tuntutan warga kali ini masih sama seperti aksi sebelumnya. Yakni penutupan Galian, juga alat berat yang berada di lokasi galian, segera di naikkan.

Sebab, akibat galian C milik saudara Lukman ini, beberapa bulan terakhir warga kesulitan mendapatkan air bersih, sumur milik warga di Desa Jatidukuh kering, dan sawah milik warga tidak dapat teraliri air.

Kapolsek Gondang AKP Selamet Kapolsek Gondang menambahkan, terkait aksi warga kali ini, pihaknya bersama anggota hanya bertugas sebagai pengamanan, sesuai dengan surat izin yang di berikan warga.

Sementara terkait galian ini ilegal atau legal, pihaknya tidak tau pasti. Sebab dalam hal perizinan dan dugaan yang di lontarkan oleh warga bukan rana kepolisi.

Editor
Saiful Arief