FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Jambret di Kota Blitar Babak Belur Dihajar Massa

Kriminal     Dibaca : 57 kali Jurnalis:
Jambret di Kota Blitar Babak Belur Dihajar Massa
FaktualNews.co/Dwi Haryadi/
Pelaku penjambretan diamankan di Polsek Sukorjo, Kota Blitar.

BLITAR, FaktualNews.co – Didik Agustian (26) babak belur dihajar masa. Lantaran kepergok melakukan penjabretan di jalan Mahakam atau dekat Pasar Dimoro, Kota Blitar, Kamis (11/10/2018).

Pria asal Desa Gununggede, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar tersebut ditangkap warga setelah menjambret tas milik seorang ibu rumah tangga.

Kapolsek Sukorjo, Kompol Agus Fauzi, mengatakan pelaku menjambret tas milik Iswatun, asal Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar saat membeli buah di kios pinggir jalan Mahakam.

Saat sedang memilih buah, korban menaruh tasnya di tumpukan buah yang ada di kios. Pelaku yang mengendarai Honda Vario warna merah hitam tanpa pelat nomor tiba-tiba mendekat ke kios buah. Pelaku langsung menyambar tas korban dan membawanya kabur.

“Tas korban berisi uang tunai Rp 535 ribu dan surat-surat,” jelas Agus, Kamis (11/10/2018).

Seketika korban berteriak jambret. Mengetahui hal itu, pemilik kios buah berusaha mengejar pelaku naik sepeda motor.

“Pemilik kios buah mengejar pelaku sambil teriak-teriak jambret di sepanjang jalan. Akhirnya, warga menghadang pelaku di Kelurahan Tlumpu atau perbatasan Sukorejo dan Sanankulon,” ujar Agus.

Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku merupakan residivis kasus penjambretan. Pelaku pernah ditangkap Satreskrim Polres Blitar Kota. Pelaku baru keluar penjara Agustus 2018.

“Ketika ditangkap Polres, pelaku melakukan penjambretan di tiga TKP di wilayah Kota Blitar,” katanya .

Ditambahkan Agus, saat ini petugas masih mengembangkan kasus penjambretan tersebut. Petugas menduga pelaku juga melakukan tindak kejahatan di lokasi lain. Selain itu, polisi juga curiga dengan sepeda motor yang dikendarai pelaku untuk menjambret.

“Motor yang digunakan pelaku, juga hasil curian di wilayah Sanankulon,” pungkasnya. (Dwi Haryadi)

Editor
Saiful Arief