Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Cuaca Buruk, Nelayan Pasuruan Tetap Nekat Melaut

Peristiwa     Dibaca : 31 kali Jurnalis:
Cuaca Buruk, Nelayan Pasuruan Tetap Nekat Melaut
FaktualNews.co/Abdul Aziz/
Perahu para nelayan diparkir di dekat demarga menunggu cuaca bersahabat kembali.

PASURUAN, FaktualNews.co – Cuaca buruk sepekan terakhir ini, nelayan di Pasuruan tetap nekat melaut. Meski hal itu bisa membahayakan nyawa mereka.

Kondisi cuaca buruk di perairan Pasuruan juga berpengaruh pada hasil tangkapan dan bisa dipastikan hasilnya merosot tajam. “Kalau angin kencang seperti saat ini, ikan tidak bisa dijaring. Karena kondisi cuaca tak menentu, tak ada yang melaut dan lainnya masih berusaha melaut,” ujar Jakfar, nelayan asal Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jumat (9/11/2018).

Sementara nelayan lainnya yang tetap nekat melaut, lantaran terhimpit persoalan ekonomi, yang menjadi alasan utama para nelayan tetap melanjutkan aktifitasnya meski kesalamatan nyawa menjadi taruhannya.

“Mau gimana lagi, kami hanya bisanya melaut. Kalau gak melaut ya gak bisa untuk dapur. Karena dapur jadi kebutuhan,” katanya.

Jakfar tak sendirian yang terkena imbas angin kencang. Nelayan lainpun juga merasakan hal serupa. Meski hasil tangkapan sedikit. Namun dirinya dan nelayan terpaksa melaut. Ia mengaku dapat tangkapan ikan beberapa kilo. Itupun berupa ikan jenis benggol. “Yang kami dapatkan ya ikan benggol ini. Ikan lainnya susah dijaring,” imbuh dia.

Untuk ikan jenis benggol ini, harganya di pasaran tak terbilang mahal yakni antara Rp 11.000-Rp 15.000. Untuk hasil tangkapan itu, diakuinya hanya bisa nutupi modal. Hasil penjualan ikan imbas dengan uang untuk operasional yakni hanya bisa mengembalikan uang pembelian bahan bakar minya (BBM) dan bekal lainnya saat melaut.

Sementara itu, Mukhammad Khamim (32) nelayan asal Panggungrejo, Kota Pasuruam mengatakan, selama cuaca tidak menentu para nelayan biasanya masih tetap melaut. “Meski ombaknya tak tinggi nelayan lain tetap melaut. Jika dirasa ada bahaya maka mereka akan menepi dan pulang, dari pada resiko keselamatan jadi taruhannya,” katanya.

Selama cuaca tak menentu, sebagian nelayan mengisi waktunya dengan berbenah kapal, mesin, dan jaring yang diparkir di dermaga. “Ada yang tetap melaut, ada juga yang enggan malaut. Kalau yang enggan melaut biasanya para nelayan membenahi sarana perahu dan prasarana untuk pekerjaan melaut,” tambah Jazuli nelayan lainnya.

Editor
Saiful Arief