FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Di Trenggalek, Presiden Jokowi Prioritaskan Penggunaan Anggaran Dana Desa

Ekonomi     Dibaca : 342 kali Jurnalis:
Di Trenggalek, Presiden Jokowi Prioritaskan Penggunaan Anggaran Dana Desa
FaktualNews.co/Suparni PB/
Presiden RI, Jokowi (tengah), Bupati Trenggalek, Emil Dardak (kiri) dan Wakil Bupati Trenggalek, Nur Arifin.

TRENGGALEK, FaktualNews.co – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan kerja di Trenggalek, Jawa Timur, berharap penggunaan anggaran Dana Desa (DD) dengan baik dan benar, Jumat (4/1/2019).

Disampaikan Jokowi, terkait Dana Desa (DD) pada tahun 2015 di seluruh Indonesia telah dikucurkan Rp20,7 triliun, tahun 2016 meloncat menjadi Rp47 triliun, tahun 2017 naik menjadi Rp60 triliun, tahun 2018 Rp60 triliun dan pada 2019 meningkat Rp70 triliun plus dana kelurahan Rp3 triliun.

“Kami inginkan dana desa naik terus, bukan karena apa-apa sebab dari hasil survei yang kita lakukan 85%, masyarakat puas terhadap pengelolaan dana desa dan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan desa. Hingga akhir tahun 2018 anggaran dana desa yang telah digelontorkan pemerintah mencapai Rp187 triliun, kepada desa-desa seluruh Indonesia,” kata Presiden.

Presiden Jokowi juga berpesan, dana desa yang dikucurkan cukup besar 187 triliun selama 4 tahun. “Dalam pengelolaan, terutama penggunaan dana dalam pembelian material, usahakan dibeli dari desa itu sendiri. Misal di desa tidak ada beli di desa tetangga, jika tidak ada beli dalam lingkup kecamatan setempat,” ujarnya.

“Dari pembelanjaan material, kita ingin dana tersebut tetap beredar di desa itu. Usahakan dana tersebut terus berputar-putar di desa. Jangan sampai uang itu yang sudah kita serahkan langsung ke desa kembali ke Jakarta. Karena teori ekonominya, semakin banyak peredaran uang, kesejahteraan masyarakat akan semakin baik,” tutur Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi menuturkan, pada empat tahun ini Pemerintah berkosentrasi pada infrastruktur, seperti jembatan desa, saluran irigasi, embung atau jalan desa. Tetapi mulai tahun ini prioritas pada pemberdayaan ekonomi, inovasi-inovasi yang baru, contoh saja pengembangan wisata dan pemasaran yang dinilai juga sangat penting.

“Kalau masih ragu jangan coba-coba masuk kesana. Begitu uang di masukan untuk membangun desa wisata, kemudian tidak laku dana itu menjadi muspro. Jadi harus berhati-hati, cermati serta ada kalkulasi sehingga ada itung itungan yang matang,’’ tegasnya.

Ditambahkan, dari angaran yang sudah digelontorkan kepada desa dan yang sudah terealisasi jalan desa ada 191 000 kilometer, Paud 50.000 telah diselesaikan desa dan Posyandu 24.000 pasar desa 8000 dan embung 4.1000 dan irigasi 58.000 yang telah terselesaikan di seluruh desa se Indonesia.

“Artinya, dana desa yang telah dikucurkan benar-benar netes atau tersalurkan. Kendati demikian kami juga berpesan kepada pendamping desa agar komunikasi tetap sambung, tujuannya dana desa supaya tersalur dengan benar,” pungkas Presiden Joko Widodo.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...