FaktualNews.co

Ini Cara Petugas KPU Mojokerto Cek Kekurangan Surat Suara Usai Dilipat

Politik     Dibaca : 1288 kali Penulis:
Ini Cara Petugas KPU Mojokerto Cek Kekurangan Surat Suara Usai Dilipat
FaktualNews.co/Istimewa/
Petugas menimbang surat suara DPRD Provinsi pasca dilakukan pelipatan dan sortir

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Tak hanya disortir dan dilipat, petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mojokerto memiliki cara unik untuk mengetahui kekurangan atau kelebihan surat suara pasca dilakukan sortir. Surat suara tersebut ditimbang terlebih dahulu setiap bendelnya.

Hal ini untuk mengetahui berapa jumlah pasti surat suara setiap masing-masing bendel. Apakah jumlahnya sesuai yakni 25 lembar atau lebih. Sekretaris KPU Kabupaten Mojokerto, Heru Kendoyo mengatakan, timbangan membantu untuk mengetahui kekurangan surat suara saat dilakukan proses penghitungan.

“Kita sudah beberapa kali melakukan timbangan seperti ini, mulai 2015 Pilbup lalu,” ungkapnya, Senin (11/3/2019).

Timbangan, lanjut Heru, meminimalisasi kekurangan maupun kelebihan jumlah surat suara dalam setiap bendel. Dalam setiap bandelnya berisi 25 lembar surat suara. Gramatur (ketebalan) kertas surat suara sendiri bisa diprediksi. Ini dilakukan untuk menghindari pembongkaran.

“Satu ikat isi 25 lembar, gramnya berbeda tiap kertas tapi tidak terlalu jauh perbedaannya karena potongan kertas tidak jauh berbeda sehingga relatif kecil. Pemilu tahun 2015 lalu, masih kita yang melakukan, tidak tahu kalau sekarang. Karena memang butuh tambahan energi untuk menimbang dan alat juga,” imbuhnya.

Karena, selama ini KPU rata-rata percaya ke pekerja untuk mengikat surat suara pasca sortir dan pelipatan. Dengan adanya tambahan penimbangan sehingga KPU Kabupaten Mojokerto sebelum melakukan pengepakan akan menimbang tiap bendel surat suara tersebut.

“Ini untuk memastikan tidak dihitung lagi atau dibongkar dengan membuka karetnya kalau memang kurang atau lebih dari 25 lembar sehingga kita pakai timbangan. Memang dibutuhkan waktu, tenaga tambahan serta alat yakni timbang untuk ini,” jelasnya.

Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Ayuhannafiq membenarkan, jika metode timbang sudah dipakai KPU Kabupaten Mojokerto sejak Pilbup 2015. “Karena belajar dari kasus Pileg 2014 yang banyak ditemukan surat suara kurang atau kelebihan hitung,” paparnya

Kemungkinan tersebut, lanjut Yuhan, karena kesalahan hitung manual sebelum masuk kotak. Selain itu, faktor kelelahan pekerja juga menjadi faktor dominan. Dengan cara menimbang maka dua kali pemilihan jumlah surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) semakin akurat sebab gramatur kertas bisa dijadikan patokan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin