FaktualNews.co

Dinkes Mojokerto Sebut, Derita Fajar Bocah 4 Tahun, Alami Gizi Buruk

Kesehatan     Dibaca : 839 kali Penulis:
Dinkes Mojokerto Sebut, Derita Fajar Bocah 4 Tahun, Alami Gizi Buruk
FaktualNews.co/Amanullah/
Pihak Dinkes Jombang, saat melihat Fajar di rumahnya.

MOJOKERTO. FaktualNews.co – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Susy Dwi Harini menyebut diagnosa sementara Fajar bocah berusia 4 tahun yang bertubuh kaku dan kering, bisa dikatakan  golongan gizi buruk.

Hal itu dikatakan saat pihaknya  bersama pihak desa didampingi polisi setempat melakukan pemantauan dan melakukan pengecekan kondisi Ahmad Fajar, bocah berusia 4 tahun dengan berat 5,5 Kg asal Dusun Jati Kumpul, Desa Mojo Kumpul, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Rabu (10/04/2019).

Susy mengaku, selama ini Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto melalui puskesmas setempat sudah melakukan pemantauan secara rutin kondisi Fajar. ” Artiya, kita sudah melakukan pemantauan kondisi Fajar sejak 2015 yang lalu, sejak ditinggal ibunya meninggal.” ungkapnya

Menurut Susy, dalam pemantauan dan pengecekan kondisi Fajar yang dilakukan kali ini, pihak Dinkes tidak bisa memutuskan penyakit yang dialami. ” Bukan kewenangan kita untuk mendiagnosa, kita serahkan kepada dokter yang akan menangani,” imbuhnya.

Disinggung soal, apakah Fajar terbilang sebagai gizi buruk, Susy tak menampik. ” Melihat kondisi Fajar yang kian memburuk dengan berat badan hanya 5,5 Kg dalam usia 4 tahun, Fajar bisa dikatagorikan mengalami gizi buruk. Normalnya jika anak berusai 4 tahun itu beratnya bisa mencapai 10 Kg, “tuturnya.

Dinkes, kata Susy, berkomitmen akan mengawal kesembuhan Fajar hingga membaik.

Sementara itu, Camat Kemlagi, Tri Cahyo mengaku, pemerintah desa bakal memberikan fasilitas kepada Fajar. ” Jika karena biaya, pemerintah akan mengfasilitasi. Kita akan mengupayakan secara penuh agar kondisi Fajar bisa membaik. Soal biaya, kita akan fikirkan bersama, pemerintah akan berupaya memberikan sampai sembuh” ujarnya.

Kata Camat, pihak pemerintah tidak hanya mengupayakan tetang fasilitas soala kesembuhan Fajar. Namun bakal memberikan motivasi dan pendampingan terhadap keluarga yang sebelumnya sempat menolak agar Fajar tidak dibawa ke rumah sakit lantaran trauma yang mendalam, dan ketakuna soal biaya.

Setelah hampir satu jam berlangsung, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto bersama pemerintah desa polisi berhasil membujuk sang nenek agar Fajar dibawa ke rumah sakit RA Basuni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto untuk mendapatkan perawatan.

Ahmad Fajar, yang merupakan anak kedua dari pasangan Yunita dan Rifa’i, tiba-tiba mengalami gangguan pada tubuhnya sejak tinggalkan ibunya meninggal dunia pada 2016 karena penyakit infeksi paru- paru saat Fajar masih berusia 18 bulan.

Sejak saat itu, Fajar dan kakaknya, Galih (12) dirawat oleh Asmiatun neneknya. Ayah Fajar hanya sesekali membesuk sambil memberi uang untuk membeli susu.

Sebelum sekujur tubuhnya kaku, dari pengakuan Asmiatun nenek Fajar, kondisi Fajar terbilang normal, hanya saja saat lahir, Fajar sempat tidak menagis. Dari diangnosa dokter yang menangani Fajar mengalami gangguan daya tahan tubuh lantaran keracunan air ketuban saat dalam kandungan.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin