Peristiwa

4 Pemancing Asal Jember Terdampar di Pulau Nusabarong 3 Hari

JEMBER, FaktualNews.co – Akibat cuaca buruk dan ombak besar di Laut Selatan kawasan Pulau Nusabarong, 4 orang pemancing terjebak di pulau tak berpenghuni di kawasan pantai Puger, Jember, itu selama 3 hari.

Dengan kondisi lemas tak berdaya karena makan buah beracun dan kurang minum, akhirnya para korban berhasil dievakuasi warga dan nelayan di sekitar Pantai Pancer, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (19/4/2019) siang.

Keempat orang pemancing itu awalnya berangkat hari Rabu (17/4/2019), setelah ikut coblosan pemilu. Berangkat dengan menggunakan mobil, siang harinya mereka sampai di Desa Puger kulon untuk menyewa perahu dari nelayan sekitar.

“Saat itu kami naik perahu, dan sampai di Pulau Nusabarong setelah beberapa jam menembus badai dan ombak yang cukup besar,” kata salah seorang pemancing selamat Taufik Ramzi.

Diketahui identitas empat orang itu adalah, Taufik Ramzi, Satrio, Slamet, dan Adil. “Sedangkan satu rekan kami, Amir bersama nelayan pemilik perahu, berusaha menyelamatkan kami saat ombak semakin besar,” katanya dengan kondisi masih lemas.

Namun saat akan dijemput, 4 orang pemancing itu malah naik ke atas tebing dan tidak bisa kembali. Ombak yang semakin tinggi, memaksa Amir dan nelayan pemilik perahu untuk kembali dari pulai Nusabarong ke Pantai Pancer, Kecamatan Puger.

Setelah 3 hari berlalu, karena khawatir dengan kondisi pemancing tersebut. Sejumlah nelayan lokal nekat menerjang ombak, untuk menjemput para pemancing itu.

“Saya bersama dua anak perahu menerjang ombak untuk menjemput pemancing itu. Karena mereka 3 hari terjebak di Pulau (Nusabarong), dan tidak bisa pulang, dihubungi juga tidak bisa,” kata Nelayan Mulyono usai menyelamatkan para korban.

“Kami pun nekat mengevakuasi para pemancing karena takut kondisi terburuk pasti di alami. Ternyata dugaan saya benar, kondisi ke empat korban, kita temukan sudah dalam keadaan memburuk dan cuma makan buah buahan dari pulau tersebut,” sambungnya.

Namun mereka tidak tahu jika buah yang mereka makan itu beracun. “Sehingga proses evakuasi cukup berat, karena korban kondisi lemah, sempoyongan, dan wajahnya pucat karena keracunan makanan,” katanya.

Selanjutnya korban pun dibawa ke rumah Mulyono untuk mendapat perawatan sementara.

Sedangkan pihak keluarga korban, dan komunitas sahabat mancing asal Jember, berdatangan ke kawasan desa Puger di rumah Mulyono.