FaktualNews.co

Kelelahan, Staf Panwaslu Kecamatan Tarik Sidoarjo Pecah Ketuban

Politik     Dibaca : 587 kali Penulis:
Kelelahan, Staf Panwaslu Kecamatan Tarik Sidoarjo Pecah Ketuban
FaktualNews.co/Istimewa/
Staf komisioner panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Alik Inayah.

SIDOARJO, FaktualNews.co – Staf komisioner panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Alik Inayah harus menjalani proses persalinan anak keduanya lebih awal dari batas waktu yang ditentukan.

Perempuan 27 tahun ini dinilai kelelahan dalam menjalankan tugasnya saat Pemilu 2019, sehingga mengalami pecah ketuban.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Suami Alik, Nur Hidayat, mengatakan proses persalinan seharusnya dilakukan pada Mei mendatang. Namun, istrinya terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum sehari setelah pelaksanaan pemilu 2019.

“Setelah sehari semalam tidak pulang mengawal proses pemilihan, istri mengalami pecah ketuban saat berada di Kantor kecamatan Tarik,” ujar pria yang akrab disapa Bajoel Jr ini, Jum’at (26/4/2019).

Saat itu, ia mendapat kabar dari istrinya lantaran mengaku sakit dibagian perutnya. Pria bertubuh tambun ini pun langsung membawanya ke Puskesmas. Setibanya di Puskesmas, di meminta rujukan ke RSUD Sidoarjo. “Panik, karena bisa dimungkinkan dilakukan operasi,” katanya.

Hasil pemeriksaan dokter kandungan, kondisi air ketuban sudah hampir habis dan harus segera dilakukan persalinan. Sejatinya, kondisi itu sangat mendebarkan lantaran ia dinyatakan telat membawa istrinya ke dokter kandungan.

Sekitar pukul 23.52 WIB, putra keduanya yang diberi nama Muhammad Reyza Putra Hidayat lahir dengan selamat dengan berat badan tiga kilogram dan panjang 50 centimeter lahir dengan selamat. “Alhamdulillah, tidak sampai operasi caesar,” ujar Bajoel.

Sementara Alik Inayah sendiri, mengaku sudah terbiasa dengan pekerjaannya. Meski tak kenal waktu dan bahkan harus menempuh beberapa kilometer dari jarak rumahnya ke kantor Bawaslu dan Pemda, namun ia mampu menyelesaikan tugasnya sesuai dengan prosedur yang ada.

“Sudah tanggungjawab ku menyelesaikan tugas. Alhamdulillah bisa teratasi, dan yang lebih bahagia lagi anak kami lahir dengan selamat,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...