Peristiwa

Akademisi Jember Tolak Aksi 22 Mei

JEMBER, FaktualNews.co – Rencana aksi 22 Mei yang disebut sebagai ‘People Power’ itu, juga mendapat atensi khusus dari rektor kampus di Kabupaten Jember.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Babun Suharto, meminta kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi, terhadap ajakan pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab, untuk menggelar aksi people power.

“Melihat situasi dan kondisi semakin panas, terutama menjelang tanggal 22 Mei, kami mengajak dan menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak terprovokasi terhadap ajakan kelompok tidak bertangung jawab, terutama untuk menggelar aksi people power,” tegasnya, Selasa (21/5/2019).

Menurut Babun, jika pada saat pemilu lalu ditengarai ada proses kecurangan, maka sebaiknya disampaikan melalui proses mekanisme yang sudah ada.

“Kan ada Bawaslu, ada Mahkamah Konstitusi. Saya yakin dua lembaga negara itu sangat independen, dan mampu menyelesaikan persoalan pemilu dengan profesional,” katanya.

Babun juga menegaskan, menolak rencana aksi people power yang digalang oleh beberapa pihak. “Kita semua menolak people power, karena bagi kami NKRI harga mati,” tegas Ketua Forum Rektor Peguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ini.

Alangkah lebih baiknya, lanjut Babun, di Bulan Ramadhan seperti saat sekarang, masyarakat mengerjakan sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai.

“Misalnya membantu masyarakat yang lebih membutuhkan, banyak menggunakan waktu untuk beribadah, karena eman sekali jika energi kita digunakan untuk sesuatu yang tidak bernilai,” harapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Jember Mohammad Hasan, juga memberikan tanggapannya terkait aksi 22 Mei tersebut, melalui video berdurasi sekitar 57 detik itu, dirinya mengingatkan masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan. “Salam kebangsaan, Alhamdulillah kita telah berhasail melaksanakan ibadah puasa dalam suasana damai di negara kita ini,” kata Hasan dalam videonya.

Disadari olehnya, bahwa suasana damai menjadi modal bagi pembangunan bangsa. “Saya Mohammad Hasan, rektor Universitas Jember, mengajak seluruh komponen bangsa, saatnya kita bergandengan tangan untuk mewujudkan, persatuan, perdamaian, di negara kita ini, dan mencegah segala potensi timbulnya keos, bahkan dalam suasana negara tidak kondusif, yang jelas-jelas akan mengdegradasi pembangunan kita,” pungkasnya.