FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Akibat Ledakan Petasan Spiritus Rakitan, Seorang Bocah di Jombang Terbakar

Peristiwa     Dibaca : 2955 kali Penulis:
Akibat Ledakan Petasan Spiritus Rakitan, Seorang Bocah di Jombang Terbakar
FaktualNews.co/Muji Lestari/
Korban ledakan petasan spiritus dirawat di Puskesmas Mojoagung.

JOMBANG, FaktualNews.co – Nasib nahas menimpa Muhammad Irham Kurniansyah (9), bocah asal Dusun/Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pasalnya, Sabtu (1/6/2019), dia harus dilarikan ke Puskesmas setempat lantaran sekujur tubuhnya melepuh akibat terkena ledakan petasan,

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, saat itu korban bersama dengan beberapa temannya sedang bermain petasan hasil modifikasi yang terbuat dari bekas kaleng susu. Kaleng tersebut yang disusun memanjang dan di beri pematik dengan berbahan bakar spiritus.

Diduga susunan kaleng bekas yang direkatkan menggunakan lakban tersebut kurang kuat, Sehingga saat pemantik dinyalakan kaleng bekas tersebut meledak dan membakar tubuh korban.

Kapolsek Sumobito, AKP. Muhammad Agus mengatakan, setelah pihaknya mendapat laporan  ada anak kecil yang terkena ledakan petasan buatan sendiri segera menuju ke lokasi kejadian.

“Setelah terima  laporan  ada anak yang terkena ledakan petasan spiritus. Kami langsung datang ke lokasi melakukan olah Tkp dan mengamankan barang bukti bekas petasan spirtus yang terbakar,” tuturnya.

Dia menjelaskan, ledakan petasan spiritus ini hanya bunyi saja, namun ledakan lainnya bisa menimbulkan kebakaran.” Seperti korban tadi, petasan meledak kemudian mengenai bajunya yang akhirnya membakar ke tubuh,” terangnya.

Akibat ledakan petasan rakitan ini, anak dari pasangan Heru Susanto dan Rahmawati ini mengalami sejumlah luka bakar serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Miagan, Mojoagung.

Agus mengimbau, kepada seluruh warga agar tak membuat petasan rakitan yang berbahan bakar spiritus. Sebab membahayakan diri sendiri juga orang lain.

“Kami menghimbau kepada masyarakat lewat kepala desa agar warganya tidak membuat petasan rakitan,” pungkasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin