FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Dituduh Curi Ponsel, 2 Warga Jombang Diduga Dipukuli dan Diseret Oknum Polisi

Peristiwa     Dibaca : 362 kali Jurnalis:
Dituduh Curi Ponsel, 2 Warga Jombang Diduga Dipukuli dan Diseret Oknum Polisi
FaktualNews.co/Ilustrasi/
Ilustrasi

JOMBANG, FaktualNews.co – Dua orang warga di Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, babak belur diduga dianiaya oknum polisi. Karena dituduh mencuri handphone.

Akibat aksi kekerasan yang diduga dilakukan oknum polisi di Jombang, Aminuddin dan Rofiul Huda, warga Dusun Ngledok, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, terbaring di RSUD setempat.

Aminuddin merasakan sakit di bagian perut, ayah tiga anak ini juga mengeluh rasa sakit di bagian wajah dan dada bagian kiri usai dianiaya oknum polisi. Ia pun kini terbaring lemah diatas ranjang ruang perawatan RSUD Jombang.

“Ada luka dibagian dada kiri dan masih terasa sakit akibat diseret oleh pelaku,” kata Aminuddin, kepada awak media di Jombang, Kamis (13/6/2019).

Tak jauh berbeda dengan pamannya, Rofiuk Huda juga masih merasakan sakit dibagian kepalanya. Bahkan kedua mata pemuda 23 tahun ini masih terlihat lebam, berwarna kebiru-biruan akibat dipukuli oknum polisi di Jombang.

Korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum polisi di Jombang saat dirawat di RSUD setempat. FaktualNews.co/Istimewa/

Pulang Pijat Dituduh Curi Ponsel dan Dianiaya Didepan Istri

Kejadian kekerasan yang diduga dilakukan oknum polisi di Jombang kepada Aminuddin dan Rofiul Huda ini bermula, pada Minggu 9 Juni 2019 sore hari sekira pukul 16.00 Wib. Saat itu Aminuddin baru saja pulang dari pijat. Tak berselang lama ada dua orang yang diduga oknum polisi mendatangi dirinya.

Kemudian tanpa alasan yang jelas, satu orang pelaku langsung melakukan kekerasan, dengan membenturkan kepala Aminuddin ke tembok dan memukulinya di depan istrinya.

“Tiba-tiba saja satu orang langsung memukuli saya dan kepala saya dibentur-benturkan tembok, tanpa alasan yang jelas. Katanya saya mencuri handphone,” kata Aminuddin mengawali ceritanya sambil menahan rasa sakit akibat penganiayaan yang dilakukan oknum polisi di Jombang ini.

Setelah memukuli Aminuddin dan keponakannya, Rofiul Huda yang berusaha melerai penganiayaan ini. Oknum polisi di Jombang ini pun belum puas menganiaya korban. Mereka lantas membawa Aminuddin menggunakan sepeda motor menuju salah satu rumah yang diduga rumah pelaku tersebut.

Dirumah itu penganiayaan kembali terjadi, Aminuddin dipukuli berkali-kali bahkan kedua tangannya diikat. Wajahnya pun dilempar toples berisi jajan lebaran. “Saya juga diseret dan dianiaya menggunakan rokok,” tuturnya.

Rofiul yang tidak tega melihat pamannya menjadi korban penganiyaan kedua oknum polisi di Jombang itu lantas mengejar ke rumah pelaku, meski dengan menahan rasa sakit yang dialaminya.

“Pas saya kejar ke rumah itu, saya semlat tanya-tanya ke warga katanya mereka berdua anggota (polisi). Tapi saya beranikan diri menghampiri rumahnya dan berusaha menolong paman,” tambah Rofiul.

Namun, pemuda 23 tahun ini malah disambut dengan pukulan bertubi-tubi dari kedua oknum polisi tersebut. Saking banyaknya hingga Rofiul sampai hampir tidak sadarkan diri. Meski begitu, ia masih sempat melihat saat tubuh pamannya dilempar ke atas bak mobil termasuk dirinya juga dimasukkan ke mobil.

Masih Dianiaya di Dalam Mobil

Setelah dimasukan ke dalam mobil, Rofiul terus dipukuli oleh oknum polisi di Jombang tersebut bahkan darah pun bercucuran dari wajahnya.

“Di dalam mobil masih dipukuli sampai memar dan banyak darah, dan kemudian dibawa ke salah satu ruangan (seperti ruangan polisi). Terus kami dibawa ke sini (RSUD Jombang) sekira pukul 20.00 Wib an,” beber Rofiul.

Rofiul berharap kedua oknum polisi tersebut diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, karena telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya dan pamannya yang dituduh mencuri handphone.

“Kami pasrahkan ke keluarga untuk tindak lanjutnya. Tapi kami berharap agar diproses hukum,” pungkas Rofiul.

Polisi: Belum Ada Laporan Resmi

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu, saat dikonfirmasi jurnalis FaktualNews.co menuturkan pihaknya masih akan mendalami kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum anggota polisi di Polres Jombang.

“Kalau oknum polisinya masih kita dalami, karena belum adanya laporan resmi masuk ke reskrim,” tandasnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (13/6/2019) sekira pukul 22.47 Wib.

Saat ditanya apakah kedua pelaku merupakan oknum anggota polisi, Azi mengarahkan jurnalis FaktualNews.co untuk menanyakan langsung ke Propam Polres Jombang.

“Kalau terkait oknum mungkin bisa koordinasi dengan propam, ” pungkas Azi.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...