FaktualNews.co

Tak Ada Pengawasan, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Negeri Dongeng Blitar

Peristiwa     Dibaca : 1516 kali Jurnalis:
Tak Ada Pengawasan, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Negeri Dongeng Blitar
FaktualNews.co/Meidian Dona Doni/
Lokasi korban tenggelam.

BLITAR, FaktualNews.co – Wisata Taman Kanak-kanak (TK) Mardisiwi Ngantru, Kabupaten Tulungagung di Negeri Dongeng Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar pada Selasa (2/7/2019) berubah menjadi duka. Pasalnya seorang anak Yunan Wijaya Ananta (7) tewas tenggelam di kolam renang wisata ini.

Kronologi kejadian bermula dari rombongan TK yang merayakan kelulusan ini tiba di tempat wisata pukul 08.00. Begitu sampai rombongan langsung makan siang di satu titik. Saat makan anak-anak rata-rata didampingi orang tuanya, begitu juga dengan korban.

Usai makan sekitar pukul 9.00 WIB, anak-anak berpencar ada yang bermain dan ada yang berenang. Korban memilih langsung menceburkan diri ke kolam dengan riang gembira dengan didampingi neneknya, Antini (65).

Sayang 10 menit kemudian korban lepas pengawasan dari neneknya. Korban pun sudah dinaikkan dari kolam renang oleh salah satu pengunjung. Membuat nenek korban lantas histeris.

Usai diangkat dari kolam renang, korban sempat dibawa ke RS Ananda Srengat oleh pihak wisata namun nyawa korban tidak tertolong.

“Ya benar tadi terjadi kasus anak kecil meninggal di kolam renang wisata negeri dongeng. Saat ini korban yang diduga tenggelam sedang kami didalami dan divisum,” ungkap Kapolres Blitar, AKBP Adewira Negara Siregar.

Lanjut Adewira saat ini polisi sudah memasang garis polisi di sekitaran kolam renang yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP). Dengan ini diharapkan tidak ada wisatawan yang berenang di kolam renang yang menjadi TKP.

Dan polisi mencari apakah ada unsur kelalaian dari pihak pengelola wisata. Khususnya spot kolam renang yang menimbulkan korban jiwa.

“Kita periksa semua pihak. Dan kolam renang yang menjadi TKP kita status quo (tutup). Hanya TKPnya (wisatanya tetap buka),” pungkas Kapolres.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...