Pendidikan

9 SDN di Kota Mojokerto Kurang Siswa, Disdik Persilakan Terima dari Luar

MOJOKERTO.FaktualNews.co – Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wahid memberikan kesempatan kepada Sekolah Dasar (SD) yang kekurangan siswa untuk menerima siswa dari luar kota Mojokerto.

Hal itu dikarenakan sejak awal masuk tahun ajaran baru 2019-2020, terdapat 9 SDN di Kota Mojokerto kekurangan siswa.

Sembilan SDN yang kekurangan siswa itu, SDN Jagalan, hanya mendapatkan 14 siswa baru. Padahal kuota untuk 28 siswa.

Kemudian di SDN Prajurit Kulon 1 dan 2 masing-masing kurang 4 siswa, SDN Sentanan kurang 11 siswa, SDN Miji 3 kurang 9 siswa, dan SDN Kranggan 2 kurang 5 siswa.

Selain itu, SDN Balongsari 10 kurang 16 siswa, SDN Gedongan 1 kurang 1 siswa, SDN Mentikan 2 kurang 12 siswa, SDN Mentikan 6 kurang 19 siswa, SDN Kauman 2 kurang 8 siswa, SDN Wates 2 kurang 6 siswa, serta SDN Balongsari 1 dan 7 masing-masing kurang 1 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wahid mengatakan, sejauh ini dari 14 SDN di Kota Mojokerto yang sebelumnya kekurangan siswa itu, 6 sekolah diantaranya sudah terpenuhi kuotanya. “Sekarang tinggal 9 sekolah yang belum terpenuhi,” jelasnya.

Mengenai hal itu, dirinya sudah memberikan arahan kepada para kepala sekolah untuk melakukan penyisiran di sekitar sekolah. “Jangan sampai ada warga kota yang tidak sekolah, makanya peran kepala sekolah dan peragkat desa sangat dibutuhkan di sini,” ucapnya.

Sekolah yang kekurangan siswa masih boleh menerima siswa baru sampai sebulan ke depan. Dan pihaknya tidak membatasi asal daerah siswa. Bahkan, pihaknya juga menerima perpindahan siswa dari sekolah swasta.

Faktor utama penyebab kurangnya sekolah SDN di Kota Mojokerto khusunya di dua sekolah yakni di SDN Jagalan dan SDN Mentikan 6 karena lokasi sekolah tersebut.

“SDN Mentikan 6 ini Lokasinya di Balongcangkang, tapi ini akan kita lakukan komunikasi dengan pemimpin di sana. Sedangkan di SDN Jagalan lantaran tata letak sekolah tersebut. Untuk solusinya ini masih kita koordinasikan, apakah akan dimerger atau gimana kita lihat nanti,” jelasnya.

Namun sesuai arahan Menteri Pendidikan, merger bisa dilakukan apabila selama tiga tahun sekolah tidak mendapatkan siswa. “Ini masih kita pikirkan,” tegasnya