FaktualNews.co

Puluhan Balita di Situbondo, Menderita Penyakit Sipi 

Kesehatan     Dibaca : 126 kali Jurnalis:
Puluhan Balita di Situbondo, Menderita Penyakit Sipi 
FaktualNews.co/Fatur/
Kepala Dinkes Situbondo Abu Bakar Abdi, saat memantau pelaksanaan terapi.

SITUBONDO, FaktualNews.co -Sebanyak 32 balita di Kabupaten Situbondo, menderita penyakit  Syndactyly Polydactyly atau Sipi. Saat ini, puluhan balita penderita penyakit kelaianan tangan bawaan sejak hamil tersebut, mendapat penanganan serius oleh Rumah Pemulihan Gizi (RPG) Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo,

Kepala Dinkes Pemkab Situbondo, Abu Bakar Abdi mengatakan, ada sebanyak 32 balita penderita Sipi, yang melakukan terapi  di RPG Dinkes Pemkab Situbondo.

“Diakui, penderita Sipi memang tidak bisa disembuhkan, akan tetapi dengan dilakukan terapi secara rutin di RPG, perkembangan anak itu jauh lebih baik dari sebelum dilakukan terapi,”ujar Abu Bakar Abdi.

Menurutnya,  Sipi merupakan penyakit dengan penderita  mengalami pembengkokan tangan sejak lahir. Penyakit tersebut tidak bisa disembuhkan, melainkan hanya bisa diterapi agar kondisi tangan bisa bergerak meskipun tidak sempurna.

“Penyakit ini memang tidak bisa disembuhkan, tetapi banyak juga penderita yang setelah kami tangani ternyata kondisi tangannya bisa sedikit bergerak. Kami menilai memang karena mukjizat juga, kondisi penderita ini bisa sedikit membaik,”bebernya.

Abu Bakar menambahkan, selain  serius menangani Sipi, RPG juga sedang serius menangani gizi  buruk serta Hidrosefalus. Sejuh ini Dinkes memang terus berupaya bagaimana angka penderita pembesaran kepala itu, bisa ditekan.

“Dinkes Situbondo, kesulitan untuk melakukan penanganan sejak dini terhadap penderita, lantaran sebagian besar keluarga penderita Hidrosefalus tertutup karena malu,”imbuhnya.

Lebih jauh Abu Baka menambahkan, pihaknya  meminta agar keluarga penderita bisa kooperatif dalm proses oenngann media. Termasuk masyarakat bisa kooperatif memberikan informasi, jika menemukan adanya balita yang menderita penyakit hidrosefalus.

Editor
Nurul Yaqin

YUK BACA

Loading...