FaktualNews.co

Selama 10 Bulan, Ratusan Hektar Hutan dan Lahan Kosong di Situbondo Terbakar

Peristiwa     Dibaca : 396 kali Penulis:
Selama 10 Bulan, Ratusan Hektar Hutan dan Lahan Kosong di Situbondo Terbakar
FaktualNews.co/Fatur Bari
Salah satu peristiwa kebakaran hutan di Situbondo.

SITUBONDO, FaktualNews.co – Pada musim kemarau tahun ini, kebakaran hutan dan lahan kosong, marak terjadi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Tercataat, hingga awal November 2019, tercatat ratusan hektar hutan jati dan lahan kosong, terbakar.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Situbondo, Gatot Trikorawan. Berdasarkan data yang disampaikannya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Situbondo terjadi di 30 titik dan merata. Mulai dari ujung barat hingga timur Kabupaten Situbondo.

“Pemadaman karhutla yang terjadi, membuat petugas dari BPBD Situbondo kewalahan. Selain karena terkendala dengan medan karhutla yang sangat ekstrem, juga karena terbatasnya alat pemadam kebakaran,” kata Gatot Trikorawan, Selasa (5/11/2019).

Karena sebagian besar lokasi hutan jati yang terbakar itu lokasi bertebing dan terjal, kobaran api sulit untuk dipadamkan.

“Sedangkan petugas yang datang ke lokasi kejadian, hanya memantau peristiwa kebakaran hutan jati tersebut,” bebernya.

Menurutnya, Pemkab Situbondo hanya mempunyai tujuh armada pemadam kebakaran (Damkar). Dengan rincian, satu unit siaga di wilayah barat (Kecamatan Besuki), satu unit di wilayah timur (Kecamatan Asembagus), dan lima unit Damkar siaga di wilayah kota.

“Sehingga begitu ada peristiwa kebakaran, petugas Damkar langsung meluncur ke lokasi kejadian,” ujar Gatot Trikorawan.

Karenanya, pihaknya meminta tambahan peralatan untuk memadamkan api termasuk penyedot air dan kendaraan pemadam kebakaran.

Nantinya, lanjut Gatot, bisa siaga di beberapa titik potensi kebakaran hutan. Sehingga jika terjadi kebakaran hutan bisa segera diatasi.

“Sedangkan untuk personel di lapangan sudah dirasa cukup, karena selain kerap dibantu anggota kepolisian dan TNI, ada juga relawan yang selama ini turut membantu petugas mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas

YUK BACA

Loading...