FaktualNews.co

Harga Cabai Rawit di Kota Probolinggo Melonjak Naik

Ekonomi     Dibaca : 736 kali Penulis:
Harga Cabai Rawit di Kota Probolinggo Melonjak Naik
FaktualNews.co/Mojo
Amin dan Mina tengah memetik atau memanen cabai di lahannya sendiri.

PROBOLINGGO, FaktualNEws.co -Petani cabai rawit di Kota Probolionggo, Sumringah. Cabai yang satu bulan terakhir hanya seharga Rp 20 ribu per kilogramnya, kini melonjak naik menjadi Rp 55 ribu. Harga tersebut di tingkat petani, sedang di pasar seharga Rp 60 ribu.

Hal tersebut diungkap Ami (60) dan Mina (35) warga Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Kamis (16/1/2020) siang. Di lahan sawahnya, ibu dan anak tersebut mengatakan, cabai yang dipetiknya akan dijual ke pasar atau tengkulak Rp 55 ribu per kilonya.

Sebelumnya, harga cabai kecil Rp 20 ribu kemudian berangsur naik menjadi Rp 25 ribu, terus melonjak Rp 40 ribu, Rp 50 ribu hingga sekarang Rp 55 ribu. Cabai yang ditanam di lahan seluas 2 ribu meter persegi itu, tidak tentu hasilnya. Kadang Rp 1 juta setiap panen atau petik, terkadang Rp 2 juta.

Begitu juga panennya, Ami mengatakan tidak tentu. Saat dilihat cabainya ada yang merah, ia petik sendiri bersama Ami, anaknya. Jika memetik atau panen menyuruh prang lain, ongkosnya ditentukan atau tergantung harga cabai. “Kalau harga cabai Rp 30 ribu, ongkos per orang per hari sampai Rp50 ribu,” katanya.

Kalau harga cabai seperti saat ini, ongkos memetik Rp 70 ribu samppai Rp 75 ribu per hari. Kebiasaan petani Kareng lor, ongkos petik dihitung per hari, bukan per kilo seperti daerah lain. Namun karena lahan yang ditanam suami Mina atau menantu Ami tidak begitu luas, mereka memilih memetik sendiri. “Kami petik sendiri. Lahan cabai kami cuma segini,” tambahnya.

Naiknya harga cabai, tentunya menggembirakan petani yang menanam cabai. Menurut Ami, di kelurahannya, petani cabai banyak yang berencana berangkat umroh. Terutama petani yang tanaman cabainya luas, di atas 1 iring atau tiga per empat hektar.

“Saya dengar banyak yang akan umroh. Kalau saya nggak. Saya simpan dulu. Lahan kami
tidak seluas mereka,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkap Tihal, petani yang tinggal di kelurahan sepempat. Ia mengaku, kini penghasilan dari cabai yang ditanam di lahan hampir 1 iring, sebesar Rp 5 juta setiap minggu. Sebelumnya, saat harga masih 45 ribu, penghasilannya Rp 3 juta.

“Seminggu sekali kami panen. Dapat uang sekitar Rp 5 juta. Kami belum berencana umroh. Lain waktu saja, soalnya saat ini masih banyak kebutuhan,”ucapnya singkat.

Naiknya harga cabai dibenarkan Yudi, warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan. Pria yang berjualan makanan dan minuman ini menyebut, harga capai super saat ini di Pasar Baru, Rp 65 ribu.

“Ya, benar Rp 65 ribu per kilo. Tadi pagi kami beli harga segitu. Ya, mahal, tapi gimana lagi. Kami harus membeli,” katanya singkat.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas

YUK BACA

Loading...