FaktualNews.co

Air PDAM di Kota Probolinggo Seharian Macet, Komisi II Agendakan Panggil Direktur

Parlemen     Dibaca : 415 kali Penulis:
Air PDAM di Kota Probolinggo Seharian Macet, Komisi II Agendakan Panggil Direktur
FaktualNews.co/Mojo
Sibro Malisi, Komisi II DPRD Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Seharian ini, Rabu (30/1/2020), air PDAM macet atau tidak keluar lagi. Untuk mengetahui penyebab dan kinerja PDAM, Komisi II DPRD Kota Probolinggo akan mengundang Direktur Siswadi untuk didengar keterangan.

Komisi yang diketuai Sibro Malisi itu, akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan manajemen PDAM dan ekskutif setelah masa reses berakhir. Rencana itu disampaikan Sibro Malisi, Kamis (30/1/2020) petang. Selain direktur, pihaknya juga akan menghadirkan dewan pengawas PDAM dan Sekda Kota.

Disebutkan, bocornya pipa di Ronggojalu Leces karena rendahnya pola pengawasan. Terlebih, Badan pengawas yang seharunya ada unsur dari pemerintah, hingga kini belum terisi. Selama ini, menurut Sibro, dewan pengawas hanya diisi dari unsur swasta atau masyarakat.

“Ya harus diisi, karena undang-undangnya menyebut unsur pemerintah,” ujarnya.

Lantaran belum lengkap, maka kinerja dewan pengawas tidak maksimal, terutama soal koordinasi dan deteksi dini terhadap titik-titik rawan kebocoran. Dewan pengawas harusnya memetakan titik-titik rawan kerusakan atau kebocoran dan disampaikan ke direktur. Agar direktur mengatahui titik rawan kebocoran segera dilakukan pengawasan dan perbaikan.

Selama ini, tata kelola seperti itu belum dilakukan. Karenanya direktur bahkan juga pengawas tidak mengetahui pipa mana saja yang membutuhkan perbaikan atau pergantian. Mereka tahu kalau pipa sudah rusak atau bocor.

“Akhirnya seperti ini jadinya. Saya kira dewan pengawas belum bertemu dengan direktur. Ya harus segera bertemu untuk mengambil langkah-langkah perbaikan,” tandasnya.

Sibro juga akan mengundang Sekda Kota untuk menanyakan, mengapa dewan pengawas dari unsur pemerintah dibiarkan kosong. Ia meminta kekosongan itu untuk segera diisi agar kejadian serupa di kemudian hari tidak terulang kembali. Mengingat, air PDAM kini sudah menjadi kebutuhan publik.

“Jika Badan Pengawas sudah terisi, saya rasa semua persoalan di PDAM bisa dideteksi dini,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas