FaktualNews.co

Pelajar MTsN Babat Lamongan Temukan Energi Listrik dari Biji Sorgum dan Limbah Tempe

Pendidikan     Dibaca : 462 kali Penulis:
Pelajar MTsN Babat Lamongan Temukan Energi Listrik dari Biji Sorgum dan Limbah Tempe
Faktualnews.co/Ahmad Faisol
Ahmad Rofi dan Alifia Haya Asifa saat mempraktikkan membuat energi listrik dari limbah tahu dan biji sorgum.

LAMONGAN, FaktualNews.co – Siapa sangka limbah cair tempe yang berbau menyengat dan biji sorgum, kini dapat dibuat sebagai energi listrik. Penemuan ini hasil karya dua pelajar Ahmad Rofi dan Alifia Haya Asifa siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Babat, Lamongan.

Dari tangan kedua pelajar inilah yang berhasil menciptakan energi listrik dari limbah cair tempe dan biji sorgum, untuk membuat energi listrik berbahan limbah cair tempe dan biji sorgum.

“Ide pembuatan energi listrik dari limbah ini berawal adanya industri tempe disekitar sekolahan yang limbahnya dibuang keselokan, sehingga membuat masyarakat terganggu bahunya yang tidak sedap sehingga berfikir untuk memanfaatkanya untuk dijadikan sumber energi listrik,” kata Ahmad Rofi, Sabtu (1/2/2020).

Menurut Alifia Haya Asifa, munculnya ide itu berawal karena melihat disekitar yang banyak biji sorgum paska panen yang terbuang sia-sia akibat pengolahan yang tidak efektif. Dia berfikir buangan itu bisa dimanfaatkan untuk bio etanol sebagai energi listrik. “Semua bahan didapat dari limbah buangan,” jelas Alifia Haya.

Cara pembuatannya, jelas Alifia, pertama-tama yang dilakukan adalah mengambil buah biji sorgum kemudian mencuci dan merebusnya hingga matang. Setelah ditiriskan kemudian diberi ragi. Selanjutnya dilakukan fermentasi selama lima hari sampai satu minggu.

Proses selanjutnya menyiapkan limbah cair tempe untuk dimasukkan pada botol dan dilakukan fermentasi sampai mengeluarkan bio etanol dan menjadi gas yang menghasilkan ion-ion sehingga dapat menghasilkan energi listrik.

Proses selanjutnya perangkaian untuk menyalakan lampu LED (Light Emitting Diode). Untuk satu lampu LED ukuran 1,5 watt membutuhkan fermentasi masing 50 ml limbah tempe dan sorgum.

Menurut, Kepala sekolah MTs Negeri 1 Lamongan, Sutar, untuk inovasi siswa ini pihak sekolah akan terus dikembangkan ke tingkat nasional dengan dikutkan berbagai perlombaan.

“Pihak sekolah akan menyiapkan karya siswa ini untuk mengikuti lomba. Rencanaya akan diikutkan Madrasah Young Researchers Super Camp 2020 (Myres) pada bulan Mei dan September mendatang,” pungkas Sutar.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...