FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Satpam Dinilai Arogan, Puluhan Wartawan Jombang Ngeluruk Kejari Jombang

Peristiwa     Dibaca : 872 kali Penulis:
Satpam Dinilai Arogan, Puluhan Wartawan Jombang Ngeluruk Kejari Jombang
Faktualnews.co/Syarief Abdurrahman
Pengurus PWI Jombang sedang beraudiensi dengan Kajari Jombang di kantor Kejari Jalan Wahid Hasyim Jombang.

JOMBANG, FaktualNews.co – Puluhan wartawan dari organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, Rabu (12/2/2020).

Sekitar pukul 08.00 WIB para wartawan sudah berkumpul dan mempersiapkan diri di kantor PWI. Selanjutnya, mereka bergerak ke kantor Kejari untuk melakukan audiensi.

Kedatangan para kuli tinta ini sebagai bentuk protes atas perlakuan kasar dan arogan oknum satpam di kantor Kejari Jombang kepada wartawan FaktualNews.co, Muji Lestari. Mereka dipimpin oleh Ketua PWI Sutono Abdillah dan Ketua IJTI Mukhtar Bagus.

Menurut Sutono, aturan yang diterapkan di Kejari berbeda dengan instansi lain. Pemeriksaan yang berlapis-lapis dan cara pelayanan yang kurang komunikatif membuat wajah pelayanan di kantor kejaksaan itu terkesan seram.

“Kita dari organisasi wartawan resmi dan diakui negara serta dilindungi UU,” kata Sutono, Rabu (12/2/2020).

Ia berharap kasus serupa tidak lagi terjadi kepada wartawan di Jombang. Hal ini sebagai bentuk keterbukaan informasi ke publik.

“Perlu ada evaluasi terkhusus untuk Satpam yang bertugas d kantor Kejari,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua IJTI Muktar Bagus menekan pentingnya ada perubahan pada pelayanan di kejari karena banyaknya keluhan dari masyarakat.

“Mudah-mudahan berubah karena ini wajah kejaksaan,” tegasnya.

Menanggapi keluhan dari para wartawan, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Sigit Kristanto berjanji akan mengevaluasi titik mana saja yang jadi masalah.

“Saya atas nama pimpinan minta minta maaf dan akan kita perbaiki masa depan,” sampainya.

Ia beralasan satpam tersebut menjalankan tugasnya saja tidak ada maksud lain. Ia menyebutkan jika sebelumnya pernah ada kejadian orang tak dikenal masuk hingga ruang pimpinan.

“Kita tidak menutup apapun, jika butuh apa-apa silakan telepon langsung ya. Jangan lewat WhatsApp. Saya sedikit sulit balas lewat WhatsApp karena ada sedikit gangguan mata, mohon maklum,” tutupnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh