Peristiwa

Rumah Singgah di 3 Kota Luar Probolinggo Disiapkan untuk Keluarga Pasien Rujukan

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Rupanya Pemkot Probolinggo, tak hanya perhatian pada pasien saja, kaluarga pasien juga dipelakukan sama. Terbukti, Pemkot telah menyediakan rumah inap atau singgah untuk keluarga pasien rujuk di tiga tempat. Yakni, Kota Surabaya, Kota Malang dan Kabupaten Jember.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Minggu (8/3/2020) pagi di rumah dinasnya. Disebutkan, rumah singgah yang dikontraknya tersebut, tak hanya di Kota Surabaya, tetapi di Kota Malang dan Jember juga ada. Fungsinya, untuk persinggahan atau penginapan keluarga pasien.

Lokasinya, tidak terlalu jauh dari RSUD dr Soetomo Surabaya, RSUD dr Syaiful Anwar dan RSUD dr Soebandi Jember. Soal fasilitas, sama dengan rumah menengah katas. Dilengkapi kulkas, AC, perabotan rumah tangga seperti kursi tamu, dipan tidur, kamar mandi dan televisi.

“Perabotan dapurnya lengkap. Keluarga pasien bisa menanak dan memasak sendiri,” ungkapnya.

Bagi keluarga pasien yang sibuk dan malas, bisa membeli makanan di warung yang juga tidak jauh dari rumah singgah. Untuk rumah singgah di Surabaya, lokasinya di jalan Kedung Sroko II/10 atau di belakang Universitas dr Soetomo Fakultas kedokteran.

“Lokasinya, tinggal nyeberang jalan, sudah nyampai ke rumah sakit,” tambahnya.

Wali Kota Hadi menyediakan rumah singgah untuk keluarga pasien terinspirasi saat menjenguk kenalan dan temannya yang dirujuk ke RSUD. Kala itu keluarga pasien sambat soal mahalnya kos-kosan atau penginapan. Belum lagi dibebani biaya perawatan pasien.

“Bagi keluarga pasien miskin, tentu biaya kos dan makan selama di Surabaya, memberatkan. Akhirnya ya, kami tangani,” katanya.

Jika tak memiliki biaya kos, keluarga pasien terpaksa tidur di emperan atau ruang tunggu untuk pasien atau dimana saja di dalam rumah sakit. Terkadang, saat tidur pulas disuruh pindah oleh petugas.

“Kan kasian juga. Enak-enaknya tidur, dibangunin disuruh pindah. Selain terbebani biaya perawatan pasien, mereka juga terbebani biaya selama menunggu di rumah sakit. Kasian juga kan,” pungkasnya.

Salah satu keluarga pasien, Samsul Arifin membenarkan, kalau Pemkot menyediakan rumah singgah di Surabaya. Bahkan, pria yang tinggal di Rusunawa Bestari di jalan Lingkar Utara tersebut, pernah bermalam di sana.

“Ya, benar. Saya pernah menginap 4 hari. Sepertinya kami akan singgah dan menginap di sana lagi saat operasi ketiga anak saya,” ujarnya membenarkan.

Kala itu, ia mengantar dan menunggui anaknya yang sakit pelebaran pembulu darah pada bibir anaknya. Hanya saja, saat dirujuk pertama kali, Syamsul tidak bermalam di rumah singgah pemkot, alasannya belum tahu.

“Saya menginap saat operasi kedua anak saya. Insya Allah operasi yang ketiga, akan menginap di sana juga,” imbuhnya.

Soal fasilitas, Syamsul mengaku, lebih dari cukup. Rumah berlantai dua tersebut memiliki 4 kamar tidur, ruang keluarga dan dapur. Lantai atas atau lantai dua, ada 3 kamar dan 1 kamar tidur di lantai dasar atau bawah.

“Peralatan dapurnya lengkap. Ada Kamar mandi, Ac dan kulkas. Pokoknya layak sekali rumahnya,” katanya.

Syamsul berharap, pemkot menambah lagi rumah singgah seperti itu. Sebab, selama menunggui anaknya di RSUD, ia bertemu dan berkenalan dengan 15 keluarga pasien asal Kota Probolinggo. Mereka tidak memiliki kesempatan menginap di rumah singgah seperti dirinya.

“Kalau ada dana, ya ditambah rumahnya. Kasihan keluarga pasien miskin yang tidak memiliki kesempatan bermalam di rumah singgah,” harapnya.