FaktualNews.co

Beredar Kabar Dokter Positif Covid-19 di Tulungagung, Begini Kata Satgas

Peristiwa     Dibaca : 834 kali Penulis:
Beredar Kabar Dokter Positif Covid-19 di Tulungagung, Begini Kata Satgas
FaktualNews.co/Istimewa
Tangkapan layar pesan yang beredar melalui WhatsApp.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Sejak jumat sore, beredar kabar adanya salah satu dokter di Tulungagung yang positif Covid-19. Pihak Satgas menyatakan, jika dokter tersebut memang tengah menjalani isolasi dan dalam keadaan sehat, karena terpapar Covid-19.

Pelaksana Harian Bidang Kesehatan Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tulungagung Supriyanto Dharmoredjo, memberikan tanggapan soal beredarnya kabar di medsos ataupun dari mulut ke mulut yang menyebut adanya salah satu dokter spesialis penyakit dalam di RSUD dr. Iskak Tulungagung yang saat ini sedang sakit dan dirawat di rumah sakit karena Corona adalah tidak benar.

“Yang benar adalah beliau sedang menjalani masa isolasi karena terkonfirmasi terpapar virus Corona dan saat ini beliau dalam keadaan sehat,” jelasnya, Sabtu (11/04/2020).

Lanjut Supriyanto, bahwa seseorang yang terpapar dan terkonfirmasi virus Corona (positif Corona), belum tentu sakit, dan sangat tergantung dengan kondisi fisiknya.

“Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap informasi publik, perlu saya jelaskan di sini bahwa, selaku dokter spesialis yang menangani banyak pasien, baik itu pasien terkonfirmasi atau positif Covid-19 maupun suspek yang dikenal dengan istilah OTG, ODP dan PDP, maka sesuai dengan kebijakan RSUD dr. Iskak, terhadap seluruh tenaga medis maupun non medis yang terlibat dalam penanganan pasien terkonfirmasi Covid-19 selalu dilakukan screening Covid-19 sebagai upaya untuk melindungi pasien lain, karyawan dan juga masyarakat yang berkunjung ke RSUD,” terangnya.

Dengan demikian, apabila didapatkan bukti adanya tenaga medis maupun non medis yang terpapar maupun diduga terpapar akan diketahui lebih dini. Terhadap mereka yang terpapar, dipersilahkan untuk isolasi di tempat yang sudah disediakan oleh rumah sakit dan dilakukan observasi.

“Sampai kapan, sampai yang bersangkutan dinyatakan sudah negatif alias tidak carier dengan pemeriksaan PCR (Polimerase Chain Reaction). Setelah itu baru mereka bisa aktif kembali bekerja seperti biasa,” imbuhnya.

Supriyanto menegaskan di saat menghadapi pandemi seperti ini, justru langkah demikian yang seharusnya dilakukan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan.

“Tidak boleh abai apalagi menyembunyikan informasi, dengan demikian saya bisa memastikan bahwa lingkungan RSUD dr. Iskak maupun karyawannya yang sedang bertugas saat ini bersih dari virus Corona dan bukan merupakan sumber penularan,” tuturnya.

Dia mengatakan, sementara untuk dokter yang dikabarkan itu, meskipun dinyatakan sehat akan tetapi tetap dilakukan isolasi, sambil menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh