Kesehatan

Pasien Corona Penjual Nasgor Kesamben Blitar Sembuh, Begini Perjuangannya

BLITAR, FaktualNews.co-Sutris Jasmadi (67) Warga Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19) saat dirawat di Rumah Sakit (RS) Pelindo Husada Citra (PHC) Surabaya.

Pria yang keseharianya berjualan ikan dan nasi goreng di Surabaya ini, kaget bukan kepalang. Pasalnya dia hanya mengeluh pusing dan sesak napas saja.

Selain kaget, Sutris juga sedih karena dikucilkan oleh tetangganya, saat pulang kampung di Desa Pagergunung. Tak hanya dia yang dikucilkan, keluarga dan anaknya pun ikut terimbas dijauhi warga sekitar.

Kesedihan semakin menjadi-jadi manakala dia tahu, virus corona belum ada antivirusnya, bahkan hingga sekarang. Dia khawatir tidak sembuh.

Ditemui FaktualNews.co di kediamannya, Sutris Jasmadi berkisah, vonis positif terinfeksi virus corona terhadap dirinya bermula ketika dia mengeluh sesak napas dan pusing. Lalu di memeriksakan diri di RS PHC Surabaya, 10 April lalu.

“Di situ saya dianjurkan rawat inap. Selama 4 hari saya dirawat, dites swab, lalu saya diizinkan pulang. Saya langsung pulang ke Blitar. Saat itu saya belum dinyatakan positif corona, karena masih menunggu hasil tes swab,” kata Sutrisno, Jumat (5/6/2020).

Sutris mengaku sepulang ke Blitar, dia belum bercerita dirinya kena corona. Karena masih menunggu hasil swab.

Namun sesampainya di Blitar, Sutris terkaget-kaget ketika ada petugas kesehatan menjemput untuk diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi Kota Blitar.

“Di rumah sakit saya diisolasi selama 36 hari. Dan saya diizinkan pulang 11 hari yang lalu, karena dinyatakan sudah sembuh,” ujar Sutris.

Namun meski sudah di nyatakan sembuh dari terinfeksi virus corona, sambung Sutris dia masih masih mejalani tes swab dua kali lagi.

Dari hasil swab pertama, terang Sutris, hasilnya negatif sedangkan kedua masih hari Senin (8/5/2020) lusa.

“Meski saya sudah sembuh dan diizinkan pulang, saya masih karantina mandiri di rumah. Pasalnya warga sekitar masih takut. Jadi saya lebih banyak berdiam di rumah, ” Pungkasnya

Yuli, anak dari Sutris mengungkapkan, pertama ayahnya pulang, dari rumah sakit, banyak tekanan dari warga sekitar. Bahkan ada lontaran kata-kata mau diusir dari desa jika kelihatan keluar rumah.

Karena takut, Yuli memberitahu bidan dan pihak desa. Lalu setelah rapat RT/RW dan diberi penjelasan terkait wabah ini, Warga menyadari dan malah membantu Yuli saat melakukan karantina.

“Saya berharap dengan pengalaman ayah saya ini, masyarakat lebih waspada, dan selalu memakai masker saat keluar rumah,” ungkapnya.

Direktur RSUD Ngudi Waloyo Endah Woro Utami dikonfirmasi terkait sembuhnya pasien positif corona di Kecamatan Kesamben mengatakan pasien atas nama Sutris Jasmadi sudah sembuh, tinggal melakukan satu kali lagi tes swab.

“Sudah, swab sudah negatif satu, kurang kontrol satu lagi, menunggu tes swab kedua,” ujar Endah Woro Utami.