Peristiwa

Jadi Tempat Mesum, RTH Maramis Kota Probolinggo Ditutup

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Pemkot Probolinggo akhirnya menutup Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maramis, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran. Penutupan dilakukan, karena RTH yang berlokasi di jalan AA Maramis tersebut, dijadikan tempat mesum.

Sementara Polres Probolinggo Kota, Selasa (1/9/2020) siang mendatangi lokasi yang diduga dijadikan tempat bermesum. Guna memastikan, apakah lokasi di belakang kamar mandi tersebut benar-benar seperti yang ada dalam video yang viral.

Selain melihat Tempat Kejadian Perkara (TKP), Kasat Reskrim AKP Heri Sugiono juga sempat menanyai Jamal (19). Remaja yang lulus SMA tahun ini mengatakan, lokasi jualannya ditempati merekam perbuatan tidak senonoh tersebut. Hanya saja, remaja yang tinggal di sekitar Taman Maramis itu saat perekaman berlangsung, tidak ada di lokasi.

Remaja yang berjualan sosis ini mengaku, tengah salat Jumat di masjid terdekat. Dengan begitu, ia tidak tahu siapa yang merekam adegan porno tersebut. Jamal mengetahui tempat jualannya ditempati merekam video perbuatan layaknya suami istri, setelah melihat video yang dimaksud di Medsos.

“Waktu saya lihat video itu, saya kaget. Tempat merekamnya kan di tempat jualan saya,” katanya saat dikonfirmasi.

Saat ditanya, apakah lokasi di belakang kiosnya sering dijadikan tempat mesum atau pacaran ? Jamal menjawab, tidak pernah melihat pengunjung Taman Maramis berduaan di lokasi yang dimaksud.

“Sepertinya baru kali ini. Kalau siang tidak ada. Entah kalau malam. Kan warung saya tutup kalau malam,” katanya.

Sebelum meninggalkan TKP, AKP Heri Sugiono mengatakan, akan menyelidiki kasus yang video rekamannya sempat diunggah di medsos dan beredar di grup WhatsApp dan Instagram. Pihaknya masih akan memintai keterangan sejumlah saksi.

“Kami akan memintai keterangan masyarakat yang mengetahui perbuatan ini. Termasuk masyarakat yang merekam dugaan perbuatan tidak senonoh tersebut,” katanya.

Terkait perekam video apakah akan dijerat Undang-undang IT, AK Heri mengjawab, masih akan mempelajari dulu. Ia berharap masyarakat untuk tidak menyebarluaskan video yang terlanjur viral tersebut.

“Dari informasi yang kami dapatkan, kejadian ini baru pertama kali. Kami akan selidiki, siapa tahu kami bisa mengungkap pelaku di dalam video tersebut,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Satpol PP Agus Effendi membenarkan, kalau Taman Maramis sudah ditutup. Penutupan dilakukan Wali Kota, Senin (31/9/2020) malam sekitar pukul 19.00 sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Penutupan sementara. Untuk mengembalikan fungsi RTH atau taman,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Sebab, RTH Maramis sudah beralihfungsi dari temapat rekreasi ke tempat pacaran, bahkan mesum seperti yang terjadi kemarin. Dalam kesempatan itu, Agus meminta masyarakat terutama pengunjung dan PKL ikut terlibat menjaga ketertiban dan fungsi dari taman.

“Menjaga taman atau ruang publik bukan hanya kewajiban pemerintah. Masyarakat juga harus terlibat. Merasa ikut memiliki,” katanya.

Agus juga mengungkap, kalau pemkot sudah menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan OPD terkait dalam rangka menanggapi kejadian tersebut. Pertemuan yang berlangsuang Selasa siang itu dihadiri Dishub, DKUPP. Dinas Satpol PP, Kominfo dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kami sepakat akan melengkapi sarana dan prasarana, agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali. Terutama Penerangan dan petugas jaga. Di lokasi itu juga akan dipasangi kamera pengintai (CCTV),” tambahnya.

Baca Sebelumnya: Video Mesum Beredar di Medsos, Lokasi Mirip Taman Maramis Kota Probolingggo