FaktualNews.co

Serangan ISIS di Irak Utara, 8 Orang Tewas 10 Lainnya Kritis

Internasional     Dibaca : 224 kali Penulis:
Serangan ISIS di Irak Utara, 8 Orang Tewas 10 Lainnya Kritis
FaktualNews.co/Istimewa
Ilustrasi: Serangan bom mobil. (Sadak Mohamed - Anadolu Agency )

BAGHDAD, FaktualNews.co – Sedikitnya delapan orang, termasuk lima petugas keamanan, tewas pada Sabtu (21/11/2020) dalam serangan kelompok teror ISIS di Provinsi Saladin utara Irak, menurut sumber militer.

“Serangan kelompok teroris ISIS di dekat Desa Almsahag, Provinsi Saladin telah menyebabkan delapan orang tewas, termasuk lima petugas keamanan,” kata Saad Mohammad, seorang perwira di komando operasi provinsi, dilansir Anadolu Agency, Minggu (22/11/2020).

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Mohammad juga mencatat bahwa Kolonel Ibrahim Ajeil, kepala polisi Almsahag, tewas dalam serangan itu, dan 10 lainnya kritis.

Militan ISIS meledakkan bom di mobil milik warga sipil dekat Almsahag.

Mereka kemudian melepaskan tembakan ketika pasukan gabungan dari Polisi dan Hashd al-Shabi (Pasukan Mobilisasi Populer) yang didukung Iran tiba di daerah tersebut.

Perwira Irak tersebut mengatakan teroris ISIS mundur dari desa setelah serangan itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, tersangka teroris Daesh/ISIS meningkatkan serangan, terutama di daerah Kirkuk utara, Saladin, dan Provinsi Diyala Timur, yang dikenal sebagai “Segitiga Kematian”.

Pada 2017, Irak menyatakan kemenangan atas ISIS dengan merebut kembali semua wilayahnya – sekitar sepertiga dari luas negara – yang diserang oleh kelompok teroris tersebut pada 2014.

Tetapi kelompok teroris itu masih mempertahankan sel-sel tidur di banyak wilayah Irak dan secara berkala melancarkan serangan.

Tentara Irak terus melakukan operasi yang sering melawan kelompok itu di bagian negara ini.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh
Sumber
Anadolu Agency

YUK BACA

Loading...