FaktualNews.co

Bimbel Ganesha Operation Tulungagung Diperingatkan Satgas Covid-19

Peristiwa     Dibaca : 858 kali Penulis:
Bimbel Ganesha Operation Tulungagung Diperingatkan Satgas Covid-19
FaktualNews.co/Latif Syaipudin/
Gedung GO Tulungagung terlihat masih melaksanakan aktifitas KBM.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Satgas Penenganan Covid-19 Tulungagung meminta Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Ganesha Operation cabang setempat tutup sementara.

Kabid Penegakan Perda dan Perbup Satpol PP Tulungagung Artista Nindya Putra mengatakan, jika tindakan yang dilaksanakan tersebut sesuai SE Bupati mengenai batasan pelaksanaan KBM di masa pandemi Covid-19.

“Kita mengacu pada SE Bupati, mengenai batasan-batasan yang harus dilaksanakan selama masa pandemi Covid-19 ini yaitu sementara waktu kegiatan pembelajaran tatap muka tidak diperkenankan,” jelas, Jumat (22/1/2021).

Bagi pihak Ganesha Operation, tim gabungan meminta untuk mulai meniadakan KBM tatap muka.

“Jadi mulai hari ini sampai batas waktu yang belum ditentukan pelaksanaan KBM secara langsung tidak boleh dilaksanakan, bukan hanya Bimbel, kemarin kita juga menghentikan KBM di salah satu SMK,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Ganesha Operation Tulungagung Sri Setyowati mengeluh atas penutupan tersebut, pasalnya sebagai lembaga bisnis terdapat 56 karyawan yang harus digaji.

“Kita selama ini, atau GO manapun tidak ada yang sampai memecat karyawan karena pandemi Covid-19, coba mana gak pernah ada kan,” paparnya, Jumat (22/1/2021).

Lanjut Sri, pihaknya pun menyatakan jika telah menerapkan prokes yang ketat, bahkan satu kelas hanya di isi 5 hingga 6 anak saja.

“Jarak antar anak saja jauh, penggunaan masker, dilarang pinjam buku dan HP. Bahkan dengan guru pun juga tidak ada kontak fisik, jadi ini sangat aman,” terangnya.

Selain itu, dia juga menegaskan selama GO melaksanakan KBM tatap muka sejak Juni 2020 lalu, juga tidak pernah ada siswa maupun tenaga pengajar yang terpapar Covid-19.

“Sekarang kita lihat, di barber, swayalan, dan cafe mereka melakukan kontak langsung. Sedangkan kita kan tidak, mungkin tempat belajar sekolah dan GO adalah tempat yang paling aman,” tegasnya.

Meski demikian pihaknya akan mematuhi aturan Pemkab, karena tidak bermaksud untuk menantang kebijakan.

“Kalau tidak siapa yang berani melawan pemerintah,” paparnya.

Guna meyiasati penutupan sementara KBM tatap muka, maka pihaknya pun merencanakan akan mengarahkan kegiatan pembelajaran ke sistem daring.

“Senin nanti kita dipanggil di Satpol PP, harapannya tetap bisa melakanakan operasional, meskipun dengan syarat,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul