FaktualNews.co

Pria Asal Solo Bakar Orang di Surabaya

Peristiwa     Dibaca : 269 kali Penulis:
Pria Asal Solo Bakar Orang di Surabaya
Foto : Ilustrasi

SURABAYA, FaktualNews.co – Purnomo (55), pria asal Solo, Jawa Tengah ditangkap polisi usai mengamuk dan menyiramkan bensin ke tubuh korban. Peristiwa mengejutkan itu terjadi di sebuah kios tambal ban Jalan Tidar, Sawahan, Surabaya, Minggu (14/2/2021), sekira pukul 10.00 WIB.

Tak hanya menyiram tubuh korban dengan bensin, pelaku juga memetikkan korek yang dibawa sehingga menyulut kobaran api. Beruntung, nyawa korban yang diketahui bernama Samsul Arifin (54) berhasil diselamatkan walau mengalami luka bakar.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Kanitreskrim Polsek Sawahan, Iptu Ristianto mengatakan, ketika itu korban sedang berada di kios tambal ban hendak memompa motor yang dikendarainya. Namun tiba-tiba, pelaku datang sambil mengambil sebotol bensin dan menyiramkan ke tubuh korban. Pria itu juga menyalakan korek api hingga terbakar.

“Setelah beraksi dia langsung kabur, kita kemudian melakukan pengejaran,” ujar Iptu Ristianto, Senin (15/2/2021).

Saat pengejaran tembakan peringatan sempat dilakukan anggota polisi. Akan tetapi pelaku tak menghiraukan sampai pelaku menerjunkan diri kedalam sungai. Di dalam sungai, korban juga mengancam jika dia akan mengakhiri hidupnya.

“(Pelaku) bawa pecahan kaca dan ditodongkan ke lehernya sendiri dengan ancaman hendak bunuh diri,” Lanjutnya.

Akhirnya niat pelaku bunuh diri urung dilakukan setelah polisi berhasil membujuk. Purnomo kemudian dikeler ke Polsek Sawahan guna menjalani pemeriksaan intensif.

Dalam pemeriksaan itu terungkap, pelaku nekat melakukan aksinya tersebut lantaran depresi setelah ditinggal anak dan istrinya beberapa tahun lalu. Ia lantas hidup sebatang kara di Kota Pahlawan. Selama ini juga merasa sering dikejar-kejar orang untuk menagih hutang. Nasibnya makin suram karena pelaku tak memiliki tempat tinggal.

Didalam beberapa kesempatan, Purnomo juga kerap hendak bunuh diri.

“Kita akan lakukan pendalaman dan mencari tahu keberadaan keluarganya,” pungkas Iptu Ristianto.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...