FaktualNews.co

Arus Lalin Jembatan Kedungasem Kota Probolinggo Ditutup, Ini Jalur Alternatifnya

Peristiwa     Dibaca : 122 kali Penulis:
Arus Lalin Jembatan Kedungasem Kota Probolinggo Ditutup, Ini Jalur Alternatifnya
FaktualNews.co/agus
Situasi di jembatan Kedungasem yang jalannya ditutup karena proyek perbaikan jembatan akan dimulai.

PROBOLINGGO, FaktualNews.co-Arus lalu lintas (lalin) di jembatan Kedungasem di Jalan KH Hasan Genggong, Kota Probolinggo, yang menghubungkan Probolinggo dengan Kabupaten Lumajang, ditutup mulai Senin (29/3/2021) hari ini.

Meski ditutup, namun kendaraan roda dua dan pejalan kaki masih bisa lewat. Mengingat jalan belum ditutup total, dengan alasan jembatan belum dibongkar. Jika jembatan dibongkar, jalan akan ditutup untuk seluruh kendaraan dan pejalan kaki.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

General Superintenden PT Fefa Indonesia, Agus Heri Istanto, kontraktor yang akan mengerjakan perbaikan jembatan, mengatakan jalan akan ditutup total setelah peralatan dan material jembatan tiba di lokasi yang direncanakan, Kamis depan.

“Sebelum jembatan dibongkar, kami beri kesempatan roda dua pejalan kaki melintas. Kesempatan ini kami manfaatkan juga untuk uji coba pengalihan arus. Mudah-mudahan lancar tidak ada kendala,” harapnya.

Uji coba pengalihan arus diberi kesempatan tiga hari yakni, Senin hingga Rabu. Sedangkan, Kamis jalan akan ditutup total bersamaan dengan pembongkaran jembatan.

Menurutnya, jalan tertutup bagi seluruh jenis kendaraan, bahkan untuk pejalan kaki. “Kamis akan dimulai pekerjaaannya,” ujarnya.

Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Roni Faslah menyebutkan pihaknya sudah memasang banner pemberitahuan penutupan jalan KH Hasan genggong, berikut jalur alternatifnya di beberapa titik.

Seperti di pertigaan Jorongan, Ketapang, perempatan Pilang dan pertigaan Wiroborang serta di dekat jembatan Kedungasem.

Pihaknya juga memasang rambu atau tanda penunjuk arah jalur alternative, berikut gambarnya. Disebutkan, kendaraan truk dan bus atau kendaraan besar lainnya, yang dari arah timur (Situbondo-Banyuwangi) dari jalan Panglima Sudirman, belok kanan di pertigaan Wiroborang.

Lewat di Jalan Raden Wijaya, Jalan Anggrek (Jalan Lingkar Utara) lalu lewat di Jalan Soekarno Hatta.

Sedang kendaraan dari arah barat (Malang-Surabaya) yang hendak ke Lumajang atau Jember, bisa belok kanan di pertigaan Ketapang lewat Jalan Raya Bromo, Prof. Hamka, Jalan Ir. Sutami, Simpang 3 Jorongan – Jalan Raya Leces. Jika hendak ke Situbondo atau Banyuwangi di pertigaan ketapang terus ke timur lewat Jalan Soekarno-Hatta.

“Sampai di pertgaan pilang belok kiri lewat jalan Anggrek atau JLU), Raden Wijaya dan belok kiri lewat di jalan Panglima Sudirman,” jelas Kasat Lantas.

Sedang untuk mobil pribadi, mobil penumpang umum (MPU) dan sepeda motor dari arah timur (Situbondo-Banyuwangi) bisa lewat jalan kota atau kabupaten. Yakni Jalan Panglima Sudirman – Jalan Hasan Genggong – Jalan Sunan Ampel – Bundaran Serang – Jalan Mastrip – Simpang 4 Wonoasih – Jalan Ir. Sutami.

Utuk kendaraan yang dari arah timur (Banyuwangi-Situbondo juga bisa lewat jalaur kabupaten. Dari jalan raya Dringu, di pertigaan Sinto belok kanan atau ke Selatan menuju Simpang 3 Embong Miring lalu belok kanan ke Barat lewat Jalan Raya Leces.

“Jalur alternatif ini berlaku mulai hari ini hingga tujuh bulan ke depan,” jelas AKP Roni.

Kepala Dishub Agus Effend akan berkoordnasi dengan Satlantas terkait kendaraan yang lewat di jalan yang bukan jalur alternatif.

Misalnya kendaraan besar yang lewat pertigaan Pasar
Kronong ke selatan, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Basuki Rahmat (Jalur Kota).

“Kami akan berkoordinasi dengan Satlantas. Kalau lewat jalur kota kan melanggar. Biar Satlantas yang menindak,” katanya singkat.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...