FaktualNews.co

Kakorlantas Polri Minta Masyarakat dan Petugas di Jombang Proaktif Pantau ‘Pemudik Nekat’

Peristiwa     Dibaca : 58 kali Penulis:
Kakorlantas Polri Minta Masyarakat dan Petugas di Jombang Proaktif Pantau ‘Pemudik Nekat’
FaktualNews.co/muji lestari
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono, saat meninjau titik penyekatan di Bandar Kedungmulyo, Jombang.

JOMBANG, FaktualNews.co-Kakorlantas Polri, Irjen Polisi Istiono meminta masyarakat dan petugas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro proaktif memantau ‘pemudik nekat’ selama larangan mudik lebaran 2021 ini.

Hal ini disampaikan Istiono saat meninjau pos pantau Mengkreng dan Bandar Kedungmulyo. Dua pos ini berada di dua titik perbatasan antara Kabupaten Jombang, Kediri dan Nganjuk, Kamis (29/4/2021).

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Istiono mengakui ada banyak jalan ‘tikus’ yang berpotensi besar bakal dimanfaatkan pemudik meski pemerintah telah memberlakukan larangan mudik tahun ini.

Namun demikian, hal ini sudah diantisipasi oleh Polres beserta jajarannya yang siaga di wilayahnya masing-masing.

Bahkan jika ada yang memaksakan diri dan tertangkap basah petugas, maka tidak segan-segan mereka akan di minta putar balik.

“Kalau ada yang nekat, sanksinya kita minta putar balik. Soal jalan tikus ada dari Polres dan Polsek sudah monitoring. Selain itu sampainya juga dipantau, PPKM Mikro menjadi tumpuan monitoring, RT/RW kami minta proaktif semua ngecek kalau ada indikasi semua dicek rapid antigen, positif langsung isolasi baik mandiri atau di rumah sakit,” ungkapnya.

Irjen Polisi Istiono juga memastikan pemberlakuan larangan mudik secara ketat akan dilakukan mulai tanggal 6 – 17 Mei mendatang. Saat itu, seluruh petugas gabungan dikerahkan di titik-titik penyekatan yang sudah ditentukan.

Dia menambahkan, bahwa operasi ini bersifat persuasif humanis. Sehingga keseimbangan pengendalian antara penyebaran covid-19 dan ekonomi akan terus dikelola.

“Saya sampaikan ke Kapolres tanggal 6 -17 Mei operasi kemanusiaan, dilarang mudik. Oleh karena itu kami sampaikan operasi ini persuasif tindakan di lapangannya humanistis, keseimbangan, pengelolaan pengendalian covid dan ekonomi harus kita kelola semua di lapangan, pengendalian transportasi semua kita kelola oleh pihak tekait, mulai dari TNI, Polri dan Dishub semua bekerjasama,” pungkasnya.

Di Jombang sendiri ada sebanyak 300 lebih personel Polres Jombang yang diterjunkan dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 ini.

Para anggota itu akan diterjunkan di empat titik penyekatan, diantaranya Mojoagung, pintu tol Tembelang, perbatasan Kabuh – Lamongan dan gerbang tol Bandar Kedungmulyo.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...