FaktualNews.co

PT PUJ Jombang Bantah Limbah Pabriknya Cemari Saluran Irigasi

Lingkungan Hidup, Peristiwa     Dibaca : 243 kali Penulis:
PT PUJ Jombang Bantah Limbah Pabriknya Cemari Saluran Irigasi
FaktualNews.co/muji lestari
Sawah petani di Tembelang diduga tercemar limbah pabrik.

JOMBANG, FaktualNews.co-PT Phalosari Unggul Jaya (PUJ), angkat bicara menyusul keluhan warga terkait dugaan pencemaran saluran irigasi yang diduga berasal dari perusahaan pengolahan daging ayam di wilayah setempat.

Sebelumnya petani mengeluhkan keberadaan saluran irigasi yang mengalir ke sawah petani di Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang, Jombang, tercemar limbah berupa bulu ayam dan darah.

Keluhan yang diungkap melalui video berdurasi 1 menit 32 detik itu kemudian viral di sejumlah grup media sosial (medsos).

Direktur Operasional PT. Phalosari Unggul Jaya Jombang, Octa Della, membantah pencemaran itu berasal dari pabriknya. Sebab, selama ini pabrik pengolahan daging ayam ini melakukan pengolahan limbah cair secara profesional.

Selain kelengkapan dokumen pengolahan limbah, juga dibuktikan adanya tempat pengolahan limbah yang terdiri dari beberapa bagian. Di bagian belakang pabrik tersebut, terdapat kolam-kolam yang digunakan untuk pengolahan limbah tersebut.

Air dari bagian produksi dialirkan ke kolam-kolam itu. Dilakukan pemisahan molekul-molekulnya hingga steril.

“Sehingga air yang sudah diolah tersebut bisa digunakan untuk irigasi pertanian warga setempat. Kita sudah memiliki izin IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dari Dinas Lingkungan Hidup,” katanya, Senin (10/5/2021).

Della pun memastikan, air limbah yang keluar dari pengolahan limbah cair itu sudah steril. Bahkan juga dibutuhkan oleh para petani di sekitar pabrik setempat.

Sedangkan beberapa dokumen yang dimiliki pabrik yang bergerak di bidang perunggasan itu di antaranya, dokumen UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup- Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup).

Kata Della, setiap bulan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pengecekan secara rutin ke pabrik itu. “Nah, pabrik kami sudah memilikinya. Karena setiap usaha wajib memiliki dokumen ini,” tandasnya.

Berdasarkan pantauan, selain sudah menggunakan pengolahan limbah yang moderen, PT. Phalosari Unggul Jaya juga menggunakan mesin semi otomatis dalam produksinya, guna mendapatkan hasil lebih efektif dan efisien.

Octa Della lantas menunjukkan pengolahan limbah cair yang dimaksud. Kolam-kolam berukuran besar berada di bagian belakang pabrik.

“Ini pengolahan limbah kami. Air yang sudah kita netralkan ini digunakan oleh warga untuk pengairan sawah,” katanya menegaskan.

Diberitakan sebelumnya, para petani dari Desa Mojokrapak dan Desa/Kecamatan Tembelang, Jombang, mengeluhkan tercemarnya air yang mengalir di saluran irigasi desa mereka, Rabu (4/5/2021).

Selain mengeluarkan bau tak sedap, limbah berupa bulu ayam dan darah yang diduga berasal dari sebuah pabrik pemotongan ayam di wilayah setempat ini mengotori aliran air sungai dan lahan milik petani. Akibatnya, tanaman padi yang rata-rata baru berumur dua pekan sampai satu bulan itu tak bisa tumbuh dengan subur.

Keluhan ini diungkapkan oleh salah satu petani yang enggan ini disebutkan identitasnya. Melalui sebuah video berdurasi sekitar 1 menit 32 detik, petani itu mengatakan bahwa air irigasi yang mengalir ke sawahnya sangat tidak sehat.

Selain dipenuhi limbah bulu ayam. Sembari menunjukkan aliran air sungai, petani itu juga menyebut air telah bercampur dengan darah.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...