FaktualNews.co

Soal Video Wanita Tanya Surat Swab Petugas, Ini Kata Waket DPRD Surabaya

Kesehatan     Dibaca : 304 kali Penulis:
Soal Video Wanita Tanya Surat Swab Petugas, Ini Kata Waket DPRD Surabaya
FaktualNews.co/risky prama
Reni Astuti Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya

SURABAYA, FaktualNews.co – Viralnya video seorang wanita yang menanyakan hasil swab petugas di penyekatan Jembatan Suramadu, ditanggapi Wakil Ketua (Waket) DPRD kota Surabaya, Reni Astuti.

Politisi PKS ini mengungkapkan, seluruh tenaga kesehatan (nakes) sudah diwajibkan melakukan minimal swab PCR. Sebab, nakes berinteraksi tatap muka secara langsung dengan banyak masyarakat.

“Jadi saya rasa sangat bagus jika petugas di titik penyekatan selain nakes juga harus melakukan swab,” kata Reni Astuti, Rabu (16/6/2021) sore.

Reni menambahkan, selain memberikan kenyamanan untuk masyarakat yang ada di area penyekatan, hal itu juga sebagai bentuk perlindungan diri sendiri, keluarga dan orang lain.

“Itu juga nantinya menjadi ketenangan bagi petugas sendiri dan juga masyarakat,” tambah Reni.

Disinggung banyaknya masyarakat Madura yang protes karena merasa didiskriminasi terkait penyekatan di Suramadu, Reni mengatakan, hal itu perlu menjadi tanggung jawab bersama khususnya pemprov Jawa Timur.

Sebab, menurutnya, penyekatan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya di Suramadu juga atas persetujuan pemprov Jatim.

“Sekarang bu Gubernur marah tidak ada penyekatan itu, tidak kan artinya Bu Gubernur menyetujui dan saya rasa sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan,” jelasnya.

Lanjut Reni, jika ada masyarakat Madura yang merasa terdiskriminasi itu merupakan hal yang sah-sah saja dilakukan. Tinggal bagaimana pemerintah mengatasi hal ini.

“Saya berharap pemerintah Provinsi turut memberikan perhatian terhadap saudara kita di Bangkalan Madura, untuk bersama sama memberikan penjelasan kok kenapa hanya di Suramadu saja yang dilakukan penyekatan,” imbuhnya.

Ketua LSM Sarana Demokrasi, Sade, menganggap pemerintah saat ini tidak adil. Sebab jika memang tujuan penyekatan di Suramadu untuk mencegah penyebaran Covid-19, semua pintu masuk ke arah Surabaya harus diperlakukan sama. Jangan hanya di Suramadu.

“Jadi kalau ada warga Madura protes, menurut saya itu hal yang wajar. Karena apa, kok terkesan Covid-19 ini disebabkan dari masyarakat Madura saja, padahal Covid-19 ini kan bisa saja datang dari arah pintu masuk yang lain,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...