FaktualNews.co

Hipertensi Tak Kunjung Sembuh, Nenek di Jember Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Peristiwa     Dibaca : 218 kali Penulis:
Hipertensi Tak Kunjung Sembuh, Nenek di Jember Akhiri Hidup dengan Gantung Diri
FaktualNews.co/istimewa
Kondisi korban saat diperiksa polisi.

JEMBER, FaktualNews.co-Siti Maimunah (65), warga Dusun Krajan, Desa Kalisat, Kecamatan Kalisat, nekat gantung diri hingga tewas dengan tali tampar kuning 2 meter yang dikaitkan di atas pintu kusen dapur rumahnya, Kamis (24/6/2021).

Diduga nenek ini nekat gantung diri karena merasa tidak kuat dengan sakit hipertensi yang sudah lama dideritanya.

Jenazahnya pertama kali ditemukan cucunya sendiri yang masih duduk di bangku SD kelas 5, sekitar pukul 06.00 WIB, dalam posisi menggantung pada seutas tali tampar itu.

Dengan panik menangis dan khawatir mengetahui kondisi neneknya, sang cucu langsung lari keluar rumah dan meminta pertolongan pada keluarganya yang lain. Karena rumah korban saling berdekatan dengan saudara-saudaranya yang lain.

Kapolsek Kalisat AKP Sukari saat dikonfirmasi melalui ponselnya, membenarkan tentang adanya aksi gantung diri yang dilakukan nenek malang itu.

“Kami mendapat laporan sekira pukul 06.30 WIB, dan langsung menuju TKP. Saat kita sampai kondisi korban sudah diturunkan dan dibaringkan di (lantai) bawah. Korban diketahui sudah meninggal,” kata Sukari.

Dari keterangan saksi dan olah TKP yang dilakukan di lokasi kejadian. Korban dipastikan meninggal karena gantung diri.

“Karena tidak ditemukan luka-luka bekas penganiayaan. Juga dibuktikan kondisi orang yang meninggal karena gantung diri, yakni keluarnya kotoran dari lubang duburnya, dan bukti kuat lainnya melakukan aksi gantung diri,” jelasnya.

Polisi juga menemukan seutas tali tampar warna kuning yang masih terikat di atas kusen pintu arah ke dapur, yang kondisinya sudah dipotong. “Menurut keterangan saksi, tali dipotong untuk menurunkan korban saat menggantung,” katanya.

Sukari menjelaskan, niat bunuh diri korban sudah disampaikan sejak seminggu yang lalu.

“Kepada keluarganya bilang ingin bunuh diri, diduga depresi karena penyakit hipertensi yang dideritanya tidak sembuh-sembuh. Sejak itu selalu dijaga keluarga dan diberikan nasihat agar tidak bunuh diri,” ungkapnya.

“Tapi karena mungkin tidak diketahui, akhirnya sekarang gantung diri ini,” sambungnya.

Sebelum ditemukan meninggal karena gantung diri, sekitar pukul 04.30 WIB korban sempat berpamitan kepada cucunya untuk istirahat tidur. Karena korban hanya tinggal dengan cucunya.

“Tidak dilakukan autopsi, hanya visum luar. Keluarga korban menerima kejadian itu dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai untuk tidak dilakukan visum bagian dalam,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono