Peristiwa

Beredar Video Sejumlah Mayat Berjajar Antre Pemulasaraan, Dirut RSUD Jombang Mengaku Belum Tahu

JOMBANG, FaktualNews.co – Sebuah video yang menunjukkan sejumlah sosok tertutup selimut di atas tempat tidur berjajar di lorong rumah sakit, beredar di medsos. Video yang diduga diambil di RSUD Jombang.

Dalam video berdurasi 21 detik itu terdengar suara yang menyebut bahwa itu adalah jenazah-jenazah sedang menunggu proses pemulasaraan .

“Satu dua tiga empat, ini masih belum bisa memandikan macet nah ini, antre di ruangan masih banyak, ada berapa ini,” begitu suara yang terdengar dari video yang diduga direkam saat malam hari tersebut.

Dikofirmasi hal ini, Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran mengaku belum mengetahui secara pasti di mana jenazah dalam video itu direkam.

Namun, jika terjadi di RSUD Jombang hal ini dimungkinkan karena kapasitas ruangan dan jumlah petugas yang sangat minim sehingga terpaksa keluarga pasien harus rela menunggu untuk beberapa saat.

“Saya belum tahu itu dimana. Kalau memang terjadi di RSUD Jombang, apa semua karena proses pemulasaraan yang memakan waktu? iya kalau di kami memang mungkin karena keterbatasan ruangan dan petugas yang kami miliki,” ujarnya.


Berita sebelumnya:

Sehari 18 Pasien Covid-19 di RSUD Jombang Meninggal, Pemulasaraan Jenazah Harus Mengantre


Pudji mengakui dalam sehari semalam, tercatat 18 kematian pasien dengan diagnosa positif teekonfirmasi covid-19. Jumlah ini pun belum ditambah dengan pasiem yang meninggal dunia dengan status probable atau suspek dengan riwayat penyakit penyerta.

“Memang sebagian besar pasien covid-19 mulai tanggal 5 Juli sampai 6 pagi ini tercatat 18 pasien meninggal, semuanya confirm, ada yang probable, ada yang suspect tapi,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, antrean keluarga pasien yang menunggu proses pemulasaraan jenazah di kamar mayat RSUD Jombang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Rata-rata mereka harus menunggu hingga belasan jam baru kemudian pasien bisa keluar dengan petugas BPBD untuk dimakamkan.

Tingginya angka kematian ini diakui Pudji karena rata-rata pasien yang datang sudah dalam kondisi kritis.

“Makanya imbauan kami jika mengalami gejala segera datang ke rumah sakit, jangan sampai ketika sudah parah baru dibawa iti yang menyebabkan kematian. Kami juga mengimbau masyarakat jaga protokol kesehatan secara ketat, jangan kendor,” pungkasnya.