FaktualNews.co

Satu Terduga Pelaku Vandalisme Baliho Puan Maharani di Surabaya Ditangkap

Peristiwa     Dibaca : 209 kali Penulis:
Satu Terduga Pelaku Vandalisme Baliho Puan Maharani di Surabaya Ditangkap
FaktualNews.co/risky prama
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko

SURABAYA, FaktualNews.co-Satu orang yang diduga mencoret-coret baliho Ketua DPR RI yang juga petinggi PDI Perjuangan Puan Maharani, yang berada di Surabaya, Jawa Timur, ditangkap pihak berwajib.

“Kita sudah menangkap satu orang pelaku, kini sedang dalam pemeriksaan kepolisian setempat,” kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kabid Humas Polda Jatim, dihubungi FaktualNews.co, Senin (26/7/2021) malam.

Gatot menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku hanya mencorat-coret baliho Puan yang ada di Kota Surabaya, tidak di daerah lain di Jatim. Polisi masih melakukan pendalaman. “Tidak baliho yang dicoret-coret di Blitar,” ujar Gatot.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah baliho bergambar politikus PDI Perjuangan dan Ketua DPR RI Puan Maharani dicoreti orang tak dikenal dengan kata-kata tak pantas di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Menyikapi itu, Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi memerintahkan DPC-DPC melaporkan vandalisme itu ke kepolisian agar diusut.

Ada beberapa baliho Puan yang dicoret dengan cat warna hitam dengan tulisan bernada tak pantas. Di antaranya baliho di halaman kantor DPC PDIP Blitar di Jalan Raya Sambong Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Di sana, baliho Puan dicoret orang tak dikenal dengan kalimat ‘Open BO’. Selain itu, beberapa baliho Puan di Surabaya juga dicoret dengan tulisan ‘Koruptor’.

“Kami sangat menyesalkan aksi vandalisme terhadap baliho-baliho Ibu Puan Maharani. Apalagi baliho-baliho itu berisi pesan positif kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mengajak vaksinasi, di tengah pandemi Covid-19,” kata Kusnadi secara tertulis, Senin (26/7/2021).

Ketua DPRD Jatim itu menduga, ada pihak yang tidak senang dengan kerja-kerja kerakyatan partainya dalam mengajak masyarakat optimistis menghadapi pandemi.

“Karena mereka tidak berani menyerang aksi bagi sembako, operasional ambulans gratis, fasilitasi vaksinasi, dan sebagainya, akhirnya mereka menyasar baliho kader partai yang mengampanyekan protokol kesehatan dan mengajak vaksinasi,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono