Wisata

Menikmati Keindahan Sun Set dari Atas Perahu di Sungai Brantas Megaluh Jombang

JOMBANG, FaktualNews.co – Di musim kemaru seperti sekarang debit air Sungai Brantas jauh berkurang. Tak seperti pada musim penghujan yang membuat air sungai keruh dan kerap meluap, di musim kemarau airnya terlihat jernih dan arusnya pun tenang.

Sepanjang tak ada hujan deras yang berkepanjangan, di musim kemarau seperti sekarang Sungai Brantas di wilayah Kabupaten Jombang berubah menjadi indah. Alhasil, banyak warga sekitar yang menjadikannya alternatif berwisata yang murah meriah.

Di areal penyeberangan perahu tambang di Kecamatan Megaluh, misalnya. Pada sore hari hari, penyeberangan yang menghubungkan wilayah Jombang dan Kabupaten Nganjuk itu cukup ramai pengunjung yang datang dari berbagai wilayah. Demikian juga saat pagi dan sore di akhir pekan.

Selain hanya duduk-duduk melepaskan lelah, tak jarang mereka yang datang juga menjadikan tempat menarik ini untuk berswafoto di sana. Di tempat itu, ada lebih dari empat perahu besar yang selalu wara-wiri membawa penumpang menyeberang. Pemandangan itu cukup menarik perhatian pengunjung.

Salah satu pemilik usaha perahu tambangnya di sana pun menyediakan fasilitas unik bagi para penyeberang. Ya, perahu yang dinamakan Nogo Joyo itu selain didesain dengan bentuk yang unik, ada dua relif naga besar yang terbuat dari kayu, juga ada sebuah menara setinggi sekitar 10 meter serta sebuah tempat kecil berlantai dua lengkap dengan tangganya.

Kru perhau Nogo Joyo, Mardiono mengatakan, ruang kecil berukuran sekitar 3 sampai 4 meter persegi dilantai dua perahu yang dia kemudikan ini sengaja dibuat untuk para penyeberang yang ingin melihat suasana sungai Brantas dari atas perahu. Tak jarang, ada banyak pengunjung yang sengaja datang hanya ingin naik dan ikut wara-wiri di atas perahu itu.

“Silahkan ikut naik, enggak apa-apa bayar seikhlasnya saja,” ujarnya.

Mardiono menutukan, hampir setiap hari memang ada banyak pengunjung yang naik di ‘menara’ lantai dua perahunya ini. Selain anak-anak, penggemarnya juga dari kalangan remaja maupun orang dewasa.

Dia tak melarang setiap penumpang yang ingin naik dibagian atas perahunya ini. Bahkan, dia tak mematok tarif. Hanya yang jasa penyeberangan sebesar Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu saja yang mereka pungut bagi penyeberang.

“Ini sudah beberapa tahun ada, dan memang nyatanya bisa membuat pelanggan lebih terhibur,” jelas Mardiono, Jumat (24/9/2021) sore.

Salah pengunjung, Dian, warga asal Kecamatan Plandaan, mengatakan sangat menikmati indahnya pemandangan Sungai Brantas. Dia mengaku sengaja berniat mampir ingin mencoba sensasi naik di atas perahu itu karena ingin menghibur anaknya.

“Rasanya senang saja bisa terhibur. Tadi dari Megaluh pulang mampir di sini. baru pertama kali ini mencoba sama anak saya satu, itu lagi di atas,” ungkap Dina.

Selain wisata perahu tambang, masyarakat juga disuguhi dengan pemandangan matahari tenggelam (sunset) yang nampak jelas saat sore hari.

Berdasarkan pantauan, setiap hari ada puluhan pengunjung yang berada di atas tanggul sungai terbesar dan terpanjang kedua di Jawa Timur itu.

Mereka duduk-duduk sembari menikmati pemandangan alam yang indah itu. Kondisi ini pun dimanfaatkan warga sekitar mengais rejeki dengan cara menyewakan alas duduk berupa tikar. Selian itu, tak jauh dari lokasi berbagai kuliner juga bisa dengan mudah didapatkan.

“Hanya sekedar ingin melihat perahu dan matahari tenggelam saja, bagus pemandangannya sekaligus momong, ini jadi alternatif wisata baru buat saya,” pungkas Dian.