FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Sego Rongewu, Bersedekah Tidak Harus Menunggu Kaya

Peristiwa     Dibaca : 122 kali Penulis:
Sego Rongewu, Bersedekah Tidak Harus Menunggu Kaya
Pemutaran perdana film Sego Rongewu di balai Gotong Royong RW 03, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Surabaya, FatualNews.co-Untuk bersedekah kita tidak perlu harus menunggu kaya, itu pesan yang disampaikan dalam film pendek Sego Rongewu. Sehingga diharapkan film ini menjadi inspirasi untuk peduli sesama meskipun dalam kondisi terhimpit.

Menurut sutradara film pendek Sego Rongewu, Andrie Sukiswoko menjelaskan, ide awal film yang pemutaran perdananya digelar di balai Gotong Royong RW 03, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, beberapa waktu lalu ini dari obrolannya dengan Ketua Ikatan Ikatan Alumni SMPN 10 Surabaya (Ikasdasa) Bambang Udi Ukoro.

Bambang menceritakan bila mempunyai program mulia untuk peduli sesama di tengah pandemi yakni menjual nasi seharga Rp 2.000. Meski harganya murah namun isinya juga tidak asal-asalan, karena masyarakat yang perekonomiannya terpuruk karena terdampak pandemi ini bisa mendapatkan nasi kotak yang layak gizi dengan kemasan kotak yang bagus.

“Dari pertemuan itu beliau bercerita bahwa ada kegiatan sosial sego rongewu. Akhirnya timbul ide untuk membuat filmnya, dengan harapan bisa menjadi inspirasi teman-teman yang lain, sehingga tergerak hatinya untuk berpartisipasi,” kata Andrie.

Dari film Sego Rongewu  ini sendiri, masih menurut Andri juga memberikan pesan dengan gotong royong dapat membantu sesama. Selain itu kaum duafa pun masih  bisa bersedekah meskipun Rp 2.000 kepada yang lebih membutuhkan. “Dari hasil penjualan, yang saya tahu uangnya disalurkan kembali untuk mengolah sego rongewu,” jelas Andrie.

Sedangkan Ketua Ikasdasa, Bambang Udi Ukoro mengucapkan, terima kasih dengan adanya film pendek yang poemuatarn perdananya digelar pada Senin (25/10/2021) lalu. “Terima kasih Kisah Production, dan seluruh warga dan artis yang sudah mendukung pembuatan film ini,” kata Bambang.

Untuk lokasi syuting, dijelaskan Bambang sengaja diambil tidak jauh dari lokasi sekolah SMPN 10 Surabaya yang berada di Jalan Kupang Panjaan V, Surabaya. Bambang berharap dengan film ini dapat membawakan hikmah dan bisa menularkan suatu kebaikan bagi seluruh warga.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Aris