Keamanan

Aiptu Sumilak, Sosok Polwan Mojokerto Penjaga Pasar Sawahan

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Ada yang berbeda di pasar tradisional Pon Sawahan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Biasanya, pasar dijaga para preman yang rawan terjadi gesekan sosial.

Namun tidak begitu  di Pasar Sawahan. Pasar ini sejak tiga tahun terakhir dijaga seorang Polisi Wanita (Polwan), yakni, Aiptu Sumilak sebagai Kepala Keamanan Pasar Pon Sawahan.

Saat ini, perempuan warga Dusun Gelonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto berdinas SPN Polda Jatim dibagian Urusan (Baur) Manansal (makan siswa).

Meski demikian, Aiptu Sumilak mengaku kegitan kepala keamaanan pasar tidak mengganggu dengan pekerjaanya dan bisa membagi waktu. Karena ia lakukan selepas dari aktivitas di SPN Polda Jatim.

Namun, ia tetap mengutamakan pekejaannya sebagai anggota Polri.

“Kerjaan utama saya sebagai anggota Polri, itu prioritas yang utama. Kalau di sini kan setelah saya melaksanakan tugas di kantor,” katanya saat ditemui di Pasar Tradisional Sawahan, Senin (1/11/2021).

Sumilak menceritakan, selama ia mengontrol keamanan pasar tidak mendapat kesulitan. Para pedagang selalu mengikuti apa yang ia minta, dalam artian mengikuti arahannya.

Setiap siang dan sore Sumilak mengontrol pasar setelah para pedagang pulang.

“Setelah apel saya ke pasar, saya cek pintu-pintunya (kios) para pedagang. Biasanya ada pedagang yang teledor, tidak dikunci. Akhirnya saya belikan kunci. Malam pukul 20.00 WIB juga saya kontrol lagi, ” tuturnya.

Apa yang dilakukan Sumilak, disambut hangat para pedagang. Mereka merasa senang karena kondisi pasar lebih aman dari sebelumnya.

Misalnya, Mulyajayanti salah satu pedagan pasar mengatakan, sebelum yang menjabat Kepala Kemanan Iptu Sumilak sering terjadi kenaikan uang pembayaran karcis.

“Dulu sebelum Bu Sumilak uang karcis naik-naik terus. Sejak di pegang Bu Sumilak sudah tidak ada keeanaikan, hanya membayar Rp 2000 saja setiap harinya dan kondisinya jadi lebih aman,” katanya.

Bahkan, ia mengaku mendukung Iptu Sumila menjabat kembali sebagai Kepala Keamanan setelah massa jabatannya habis.

“Katanya mau habis jabatannya, kalau bisa ya Bu Sumilak lagi. Biar pasar tetap aman,” tandas Mulalyajatanti.

Atas kinerja Iptu Sumilak, mendapatkan apresiasi dan perhatian khusus dari Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta.

Orang nomor satu di jajaran kepolisian daerah Jawa Timur menyempatkan berkunjung ke Pasar Sawahan untuk berinteraksi dengan para pedagang dan menanyakan terkait apa yang dilakukan Aiptu Sumilak sebagai Kepala Keamanan Pasar Pon.

“Kunjungan ke Pasar Pon tidak lain untuk melihat secara langsung situasi pasar tradisional setelah PPKM berjalan dengan baik. Kemudian yang kedua, saya juga ingin dengar langsung adanya anggota kami, Aiptu Sumilak yang dipercaya untuk melakukan pembinaan kepada pasar ini,” jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk menciptakan suatu iklim sosial di Pasar Pon yang baik diperlukan beberapa sistem, yakni, sistem kebersihan, sistem keamanan dan kenyamanan.

Pada awal tahun 2018, lanjut Nico, sistem sosial di Pasar Sawahan  belum tercipta. Sehingga Aiptu Sumilak diminta untuk turun membantu menciptakan sistem sosial di Pasar Pon agar lebih baik.

“Dan akhirnya sampai sekarang, kalau nggak salah sudah dua kali beliau diminta untuk melakukan pembinaan. Kalau bahasa sini itu, Mantri Pasar. Saya ikut bangga apa yang sudah dilakukan Aiptu Sumilak di sini. Dan saya juga mendengar langsung dari pedagang yang menyatakan bahwa apa yang dilakukan Aiptu Sumilak melebihi panggilan tugas dan tanggung jawabnya,” ungkapnya.

Masih kata Nico, pihaknya mendorong semua anggota Polri bersama-sama dengan TNI dan pemerintah untuk menciptakan hal-hal yang baik. Menciptakan struktur sosial yang baik yaitu keamanan, ketertiban sehingga roda ekonomi bisa berjalan. Dan yang paling penting, tambah Kapolda, sampai kapanpun harus taat protokol kesehatan.

“Sehingga kegiatan ekonomi berjalan, protokol kesehatan berjalan karena ketertiban dengan sinergi antara pemerintah, TNI/Polri itu bisa berjalan. Ibu Sumilak ini menunjukkan dan mengambil peran di situ, saya kira semua orang bisa berperan. Tidak hanya ibu Sumilak saja, pemerintah berperan, kepala desa berperan, Bhabinkamtibmas berperan,” paparnya.