FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Hacker Kirim 100.000 Email Tipuan Setelah Membobol Server FBI

Peristiwa     Dibaca : 122 kali Penulis:
Hacker Kirim 100.000 Email Tipuan Setelah Membobol Server FBI
FaktualNews.co/Istimewa
Ilustrasi hacker.

SURABAYA, FaktualNews.co – Kelompok pemantau anti-spam, Spamhaus, menyatakan bahwa sejumlah hacker mengirimkan email spam “menakutkan” ke setidaknya 100.000 akun yang mengesankan bahwa email itu berasal dari agen keamanan federal, FBI.

Dilansir United Press International, email-email tersebut dikirim pada hari Jumat (12/11/2021) untuk memperingatkan penerima tentang serangan dunia maya yang akan datang.

Mereka mengaku berasal dari Grup Deteksi dan Analisis Ancaman Cyber ​​Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

“Mereka menyebabkan banyak gangguan karena tajuk itu nyata, mereka benar-benar berasal dari infrastruktur FBI,” kata kelompok pemantau anti-spam Spamhaus di Twitter Sabtu (13/11/2021) pagi.

“Mereka tidak memiliki nama atau informasi kontak di .sig. Harap berhati-hati!” pesan unggahan di Twitter tersebut.

Spamhaus mengatakan bahwa meskipun email berasal dari server pemerintah, ternyata itu palsu. Email yang dikirimi pesan kemungkinan diambil dari database online, kata kelompok itu.

FBI menanggapi dengan pernyataan singkat yang mengkonfirmasi serangan itu dan mengatakan perangkat keras yang terkena dampak telah dimatikan. FBI juga mendesak masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan ke ic3.gov atau cisa.gov.

Motif peretas tidak jelas. Email aneh itu merujuk pada penulis keamanan siber Vinny Troia dan kelompok kriminal siber bernama The Dark Overlord, lapor NBC News. Perusahaan Troia Night Lion Security telah menerbitkan penelitian tentang The Dark Overlord.

Brian Krebs, seorang jurnalis yang telah banyak menulis tentang penjahat dunia maya, menulis di blognya bahwa dia mewawancarai orang yang mengaku bertanggung jawab atas email tipuan yang mengatakan mereka ingin menunjukkan “kerentanan mencolok dalam sistem FBI.”

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh
Sumber
United Press International