Olahraga

Lolos ke Ajang Nasional, Bocah Atlet Panjat Tebing Asal Jember Mengeluh Soal Sangu

JEMBER, FaktualNews.co – Achmad Fawwaz Al Farizi (10) atlet panjat tebing junior di Kabupaten Jember akan berkompetisi dalam ajang kompetisi panjat tebing tingkat nasional di Aceh, Senin (15/11/2021) besok.

Bocah asal Lingkungan Krajan, Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang ini lolos seleksi tingkat provinsi dan untuk pertama kalinya dia maju di ajang tingkat nasional.

Namun demikian, Fawwaz mengaku sedih karena tidak memiliki dana atau anggaran untuk biaya hidup selama berkompetisi.

“Ini kompetisi tingkat nasional saya yang perdana. Pertama kalinya. Alhamdulillah seleksi tingkat provinsi lolos. Makanya bisa ikut Kejurnas di Aceh. Karena saya sering menang di tingkat Provinsi. Jadi poinnya tinggi,” kata Fawwaz saat ditemui di rumahnya, Minggu (14/11/2021).

Fawwas mengatakan, sejauh ini dia masih mengantongi akomodasi berangkat sama tiket yang dijamin oleh pihak panitia.

“Saya berharap bisa juara satu, juga ada bantuan anggaran untuk sangu selama berkompetisi di Aceh,” ujarnya.

Kerja keras sejak dini

Fawwas yang saat ini duduk di kelas 3 SDN 1 Slawu menekuni panjat tebing sejak berumur 3 tahun. Ketertarikan pada panjat tebing tersebut terinspirasi dari kedua kakaknya, Achmad Abdi Kamal Maulana (18) dan Achmad Haydar Priyatama (16).

Untuk menempa skilnya, Fawwaz dilatih kakak pertamanya Achmad Abdi Kamal Maulana dan seorang pelatih profesional yang akrab dipangil Pak Nur.

“Untuk (olahraga) panjat tebing ini, kebanyakan kita biaya sendiri. Mulai dari membuat papan panjat tebing, beli pin, harnes, ataupun sepatu (khusus panjat tebing). Uangnya hasil lomba setelah kita menang. Jadi mencicil sampai jadi seperti sekarang,” kata, Achmad Abdi Kamal Maulana, kakak pertama Fawwaz, dikonfirmasi terpisah.

Pria yang akrab dipanggil Didi ini mengatakan, untuk berlatih panjat tebing, Fawwaz selalu melakukannya di rumah ataupun di lokasi papan panjat tebing di Kampus Unej, dan SMAN Ambulu.

Fawwas menujukkan kebolehannya memanjat tebing buatan di kamarnya, Minggu (14/11/2021).

Dua lokasi itu, lanjut dia, memiliki papan panjat tebing dengan ketinggian sesuai untuk standar kompetisi.

Untuk di rumah, Fawwaz dan kedua kakaknya tinggal dalam satu kamar berukuran kurang lebih 7 x 1,5 meter.

“Di dalamnya ada papan panjat tebing lengkap dengan pin yang disusun teratur. Sebagai tempat latihan bagi Fawwaz dan kedua kakaknya,” jelas Didi.

Prestasi dan apresiasi

Fawwas mengatakan, selama menekuni olahraga panjat tebing di tingkat daerah dan provinsi dia telah mendapat 8 medali.

“Emas dua, perak satu, dan perunggu lima,” kata Fawwas sambil menunjukkan medali.

Namun demikian, dia disebut-sebut jarang sekali mendapat perhatian pemerintah.

“Kami jarang sekali dapat perhatian pemerintah, lebih banyak sendiri. Tapi untuk kompetisi adik saya ini ke Aceh ini, saya berharap ada bantuan Pemerintah Kabupaten Jember. Toh kompetisinya nasional dan mewakili Jember,” kata Didi

“Kalau biaya tiket berangkat, akomodasi dan uang makan ada. Karena adik juara satu dan dapat bantuan. Tapi kita butuhnya sangu dan biaya hidup di sana (selama kompetisi). Ini yang jadi kendala,” sambungnya.