FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Hujan Deras Tiga Jam Sebabkan Banjir di Perkotaan Jember, Ratusan Rumah Terendam

Peristiwa     Dibaca : 162 kali Penulis:
Hujan Deras Tiga Jam Sebabkan Banjir di Perkotaan Jember, Ratusan Rumah Terendam
FaktualNews.co/hatta
Banjir rendam permukiman warga di wilayah perkotaan Jember

JEMBER, FaktualNews.co – Hujan deras sejak selama tiga jam pukul 11.00 WIB, menyebabkan terjadinya banjir di tiga kelurahan wilayah Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Dari data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, terdapat 80 KK yang terdampak banjir. Secara rinci jumlah warga 234 orang, Lansia 14 orang, dan balita 15 orang.

Rumah warga mulai terendam banjir sejak pukul 14.30 WIB dengan ketinggian air sekitar 30 – 70 sentimeter.

“Banjir ini terjadi di 3 kelurahan, wilayah Kecamatan Kaliwates. Curah hujan tadi cukup tinggi sehingga debit air saluran irigasi di wilayah setempat meluap dengan cepat. Data sementara sekitar 150 KK terdampak banjir,” kata Kepala BPBD Jember Sigit Akbari di sela meninjau banjir.

Untuk dampak terendam banjir paling parah terjadi di sekitar Kampus Universitas Islam Negeri KH Achmad Shiddiq (UIN KHAS) Kabupaten Jember.

Secara rinci dari data BPBD Jember, Banjir terjadi di wilayah Kecamatan Kaliwates dan 3 kelurahan. Yakni Lingkungan Karangmluwo, Kelurahan Mangli; Lingkungan Mrapah, Kelurahan Sempusari; Lingkungan Condro, Kelurahan Kaliwates.

“Khususnya di Jalan Hayam Wuruk, dan Lingkungan Karang Mluwo, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates sekitar Kampus IAIN (UIN KHAS Jember), terdampak banjir yang paling parah,” sambungnya.

Akibat banjir tersebut, lanjut Sigit, warga terdampak untuk sementara mengamankan diri ke sekitar jalanan dekat kampus UIN KHAS Jember.

“Menunggu air surut, karena banjir ini arusnya cukup deras,” katanya.

Sigit mengatakan, terkait banjir ini merupakan bencana tahunan dan perlu penanganan serius dari banyak pihak.

“Penyebabnya banyak, mulai dari pendangkalan sungai atau saluran irigasi, dan nantinya akan dicari solusi terbaik agar kejadian banjir ini tidak terus terjadi,” tuturnya.

“Untuk wilayah terdampak paling parah, adalah Ponpes Baitul Ilmi yang jumlah santrinya ada 32 orang. Tadi kita data dan menyampaikan kalau terjadi banjir paling terakhir surutnya,” sambung Sigit.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono