Politik

Muscab PPP Jember Diwarnai Aksi Walk Out 16 PAC

JEMBER, FaktualNews.co – Musyawarah Cabang (Muscab) IX DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jember, di Aula Meotel Jember, Kecamatan Sumbersari, Minggu (5/12/2021), diwarnai aksi walk out (WO) dari 16 pengurus anak cabang (PAC) partai berlambang ka’bah itu.

Mereka yang melakukan walk out adalah para PAC yang menilai terjadi banyak pelanggaran selama kepengurusan yang dipimpin oleh Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq.

“Kami walk out karena tadi saat rapat muscab tidak diberikan kesempatan mengkritisi rencana pandangan umum dan pertanggungjawaban Ketua Madini Farouq. Kami 16 PAC punya hak suara dan berhak menolak. Tapi tiba-tiba sudah setuju-setuju. Langsung satgasnya kepada yang instruksi langsung (maju ke meja sidang) diseret (keluar ruangan rapat). Saya (diseret keluar) oleh Satgasnya,” kata Ketua PAC Kecamatan Panti, Abdur Rohim usai walk out.

Menurut Rohim, dirinya bersama 15 PAC lainnya tidak diberikan kesempatan menyampaikan penolakan.

“Kenapa kami menolak dan menyampaikan kritik itu, karena banyak masalah selama ini. Termasuk pengadaan kantor dan SK yang bermasalah. Masa dia itu (PAC lain yang tidak sepaham) tidak bekerja di PPP langsung diberi SK (kepengurusan),” jelasnya.

Sebagai bentuk protes lanjutan dari pelaksanaan Muscab, kata Rohim, dirinya bersama 15 PAC yang melakukan aksi walk out akan menuntut ke DPW PPP Jawa Timur.

“Langkah yang akan kami ambil akan menuntut ke DPW. Berdasarkan dengan AD ART kita mempunyai suara kurang lebih 50 persen. Dari seluruh PAC ini,” katanya

“Tapi yang dihitung (saat rapat Muscab) adalah orang-orang yang tidak masuk dalam hak suara yang dihitung. Gak masalah rapatnya diteruskan, hak mereka itu. Kan sudah biasa mereka menabrak aturan,” ujarnya menyindir.

Senada dengan Rohim, Ketua PAC Pakusari Husnul Arifin Mansur juga sepakat dengan aksi walk out bersama 15 PAC lainnya.

“Setelah ini akan melapor ke DPP dan DPW untuk minta keadilan di wilayah, bahkan nanti kami teruskan ke Mahkamah Partai,” tegas Husnul.

Ia menilai banyak pelanggaran aturan terkait kepengurusan DPC PPP Jember yang dilakukan oleh Ketua Madini Farouq.

“Terkait walk out itu apa yang menjadi aspirasi kami (dibelenggu). Sempat beberapa teman interupsi kepada pimpinan sidang untuk Laporan Pertanggung jawaban. Kita hanya dikasih buku LPJ, tidak sempat baca. Tidak ada pembahasan, malah kita minta untuk interupsi dan minta poin-poinnya sebagian saja (dibahas), tapi tidak mau, malah mengacu minta mana yang setuju dan mana yang tidak setuju. Nah di dalam kegiatan inikan ada sekretaris (PAC) lagi. Yang mempunyai hak terkait AD/ART, itu wilayah Ketua PAC (yang punya hak memilih),” ulasnya.

Terkait alasan menolak terpilihnya kembali Madini Farouq sebagai Ketua DPC PPP Jember, kata Husnul, karena selama 5 tahun kepemimpinannya banyak komitmen yang tidak pernah tersampaikan.

“Contohnya seperti kantor dan banyak administrasi yang amburadul. Tadi ada verifikasi SK, kita sempat interupsi dan mengawal PAC. Banyak yang berantakan. Salah satunya di Kecamatan Tanggul ini, ada SK dobel dan SK ini langsung masuk Sipol tidak masuk ke arena. Malah yang masuk Sipol yang ke KPU, menurut aturan kemarin, kita mendengarkan dari Sekmil waktu Rapimwil. Ketika ada persoalan kita mengacu ke Sipol,” ulasnya.

Wakil Ketua PAC Bangsalsari Ahmad Zaini, juga berpendapat sama. “Ketua PAC Bangsal Sari, yang namanya Abdul Hamid, telah dipecat oleh DPC karena melanggar aturan AD ART Partai. Ketika Pilkada pemilihan Bupati Baru Paslon Hendy Siswanto dan Gus Firjaun PAC Bangsal ini betul-betul sudah keluar dari konteks aturan partai. Tetapi karena ada kepentingan tersendiri, akhirnya diangkat lagi Ketua DPC yang sekarang Madini Faruq,” katanya

Menurut Zaini, yang dilakukan Ketua DPC melanggar aturan. “Itukan sudah keluar dari aturan-aturan yang berlaku. Karena partai ini bukan warisan nenek moyang. Karena berorganisasi itu harus yang benar, berdasarkan aturan yang ada,” tegasnya.

Menanggapi protes dari 16 PAC tersebut, Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq menilainya sebagai bentuk dinamika politik di internal partai.

“Saya pikir ini bukan konflik, tapi dinamika internal (partai). Sesuatu hal yang biasa. Tapi ini keputusan sudah diambil dan turun SK,” kata pria yang akrab dipanggil Gus Mamak itu.

“Nantinya akan kembali menjadi satu, untuk bersama-sama membesarkan nama partai,” imbuhnya.

Perlu diketahui, dari hasil muscab itu Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq tetap terpilih sebagai formatur, bersama 4 Perwakilan PAC lainnya. Meskipun terjadi Walk Out, rapat muscab tetap berlangsung hingga selesai

Muscab PPP yang digelar untuk pertanggung jawaban pengurus periode 2016 – 2021, sekaligus untuk memilih formatur kepemimpinann periode 2021 -2026.