FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Terkait Kerumunan Massa Saat Peresmian Trotoar Jalan KH Wahid Hasyim Jombang, Bupati Mundjidah Dituntut Minta Maaf

Peristiwa     Dibaca : 245 kali Penulis:
Terkait Kerumunan Massa Saat Peresmian Trotoar Jalan KH Wahid Hasyim Jombang, Bupati Mundjidah Dituntut Minta Maaf
FaktualNews.co/Diana KN.
Suasan peresmian trotoar jalan KH Wahid Hasyim Jombang. Diana Kusuma.

JOMBANG, FaktualNews.co- Pansus Covid-19 Kabupaten Jombang meminta Bupati Mundjidah agar lakukan klarifikasi dan permohonan maaf atas insiden kerumunan saat peresmian trotoar di Jalan Wahid Hasyim. Demiian ini agar kegiatan serupa tidak dicontoh masyarakat.

Ketua Pansus Covid-19 DPRD Jombang, Kartiyono tidak ada rencana pemanggilan terhadap penyelenggara. Menurut Kartiyono, sebelumnya telah dilakukan rapat bersama untuk menwanti-wanti penegakkan protokol kesehatan menyambut natal dan tahun baru.

“Untuk memanggil belum ada rencana, namun saya berharap,  bupati sebagai penanggungjawab kegiatan perlu klarifikasi dan minta maaf kepada masyarakat atas insiden itu. Demikian ini agar tidak berkembang liar dan dicontoh masyarakatnya,”tutur Katiyono Selasa (14/12/2021).

Kartiyono mengungkapkan penyesalannya atas kerumunan warga pada peresmian trotoar yang terjadi pada Minggu (12/12/2021) malam itu karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Saya menyesalkan kejadian pada Minggu malam, harusnya diperhitungkan tentang kemungkinan-kemungkinan terjadinya kerumunan. Kita semua harus menahan diri untuk tidak mengadakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan,”ungkapnya.

Menurutnya, sebagai pemerintah harusnya mentaati peraturan yang telah dibuatnya sendiri dan layaknya menjadi contoh dalam penegakkan aturan tersebut.

“Karena pemerintah ini di jadikan cermin oleh masyarakat. Bagaimana mungkin kita berharap masyarakat patuh jika yang membuat aturan sendiri melanggarnya,”imbuhnya.

Selain berharap agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, Kartiyono berharap agar kegiatan di Jombang yang berpotensi memicu kerumunan tidak dilakukan selama masa pandemi covid-19 belum berakhir.

“Peresmiannya bagus karena itu bentuk tanggungjawab pemerintah memberikan informasi tentang keberhasilan sebuah program pembangunan. Namun cara dan kegiatan yang dipilih dalam situasi pandemi, sehingga menimbulkan kerumunan itu yang harusnya dihindari,”tandasnya memungkasi.

 

 

 

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin