FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Viral Kerumunan Saat Peresmian Trotoar, Bupati Jombang Berdalih Tak Undang Masyarakat

Peristiwa     Dibaca : 247 kali Penulis:
Viral Kerumunan Saat Peresmian Trotoar, Bupati Jombang Berdalih Tak Undang Masyarakat
FaktualNews.co/Dwi Haryadi/
Caption : Kondisi Jalan KH Wahid Hasyim saat peresmian trotoar pada Minggu malam (12/12/2021)

JOMBANG, FaktualNews.co – Terjadinya kerumunan ribuan masyarakat di masa pandemi covid-19 saat peresmian trotoar Jalan KH Wahid Hasyim, Bupati Jombang, Hj Mundjidah berdalih hanya mengundang OPD (Organisasi Perangkat Daerah) saja. Masyarakat Jombang tidak diundang dalam peresmian tersebut.

Diketahui bahwa peresmian trotoar yang dikemas seperti Car Free Night (CFN) pada Minggu malam (12/12/2021) dengan dimeriahkan dengan bazar, UMKM, serta para pedagang dipenuhi ribuan masyarakat Jombang yang saat itu diduga abai protokol kesehatan karena tanpa publikasi kepada masyarakat.

“Tidak (woro-woro), tidak ada masyarakat di situ. Yang di dalam itu hanya OPD saja yang diundang,” tutur Bupati Jombang kepada sejumlah awak media, Senin (13/12/2021).

Selanjutnya Mundjidah mengatakan jika pihaknya memberikan batasan waktu acara peresmian trotoar tersebut dan masyarakat dapat membubarkan diri.

“Kita sudah bataskan waktu jam 9 (malam) sudah selesai,” katanya.

Atas kejadian viral kerumunan saat peresmian trotoar tersebut, Mundjidah akan memantau sebagai bahan evaluasi bersama Dinkes Jombang.

“Kita lihat saja nanti, kita evaluasi di Dinas Kesehatan. Semoga tidak terjadi apa-apa, kalau terkait acara peresmian itu sebagai tanda saja,” ungkap Bupati memungkasi.

Terkait dengan undangan/woro-woro mengenai kegiatan tersebut, sebelumnya pada sejumlah akun media sosial telah tersebar informasi seruan agar hadir yang tersebar beberapa hari sebelum acara dimulai yang secara otomatis menarik perhatian masyarakat Jombang.

Pantauan di lapangan saat peresmian trotoar saat itu, sekitar ribuan hingga puluhan ribu warga berjubel di sepanjang jalan tenpat acara yang diduga abai protokol kesehatan dengan ditandai beberapa masyarakat tidak memakai masker/masker tidak tepat pemakaian.

Di sisi lain tidak ada protap khusus covid-19 seperti pengecekan suhu badan dan penggunaan aplikasi peduli lindungi sebagai kontrol digital mulai dari vaksin serta tracing perjalanan.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid