Ekonomi

Lewat Jember Seger, Ratusan Pegiat UMKM Didorong Bergerak Saat Pendemi

JEMBER, FaktualNews.co – Sebanyak 600 hingga 800 pegiat ekonomi dan pelaku UMKM di Kabupaten Jember didorong bangkit melalui gerakan Jember Seger (Jember Semua Bergerak).

Gerakan ini sebagai upaya motivasi kebangkitan secara ekonomi para pelaku UMKM. Terlebih sejak adanya pandemi Covid sekitar dua tahun lalu.

Gerakan Jember Seger, menurut inisiator Esti Nalurani, bertujuan mengajak semua orang bergerak bersama, khususnya di bidang ekonomi dan UMKM.

“Jember Seger ini untuk memotivasi para pelaku UMKM, untuk mengajak semua orang bergerak bersama. Supaya efeknya lebih luas dan menyeluruh,” kata Esti di sela kegiatan Grand Launching Jember Seger, Sabtu (22/1/2022).

Pentingnya percepatan ekonomi itu, menurut wanita yang juga akrab dipanggil Cici ini, harus dikerjakan bersama-sama. Khususnya para pelaku ekonomi dari tingkat bawah.

“Makanya kita namakan (gerakan) Jember Semua Bergerak (Jember Seger). Agar ekonominya bergerak, masyarakatnya pun juga ikut bergerak. Terlebih lagi, kita (Jember Seger), juga mendukung program pemerintah, OJK, dan wilayah-wilayah perbankan sejenis,” sambungnya.

Terkait pegiat ekonomi dan pelaku UMKM yang tergabung dalam gerakan Jember Seger itu, kata Cici secara data awal tercatat kurang lebih 1142 UMKM se Jember.

“Kita fokus hanya di Jember saja. Namun demikian, dari jumlah itu tidak semuanya industri kecil. Banyak berjualan produksinya orang lain juga. Meliputi, food beverage, kecantikan, fashion. Bisa jadi separuhnya IKM (Industri Kecil Menengah),” bebernya.

Namun diakui Cici, ribuan UMKM yang tergabung dalam Jember Seger nantinya akan melalui tahapan seleksi. Untuk nantinya mendapat binaan secara profesional agar lebih berkembang usaha yang dilakukannya.

“Sehingga dari data rekap (seleksi) awal yang kami lakukan, by name dan by data, ada sekitar 600-800 yang kemungkinan akan menjadi calon binaan IKM melalui Jember Seger,” ucapnya.

Ditanya lebih jauh, apakah nantinya bisa produk UMKM melalui Jember Seger bisa dibawa ke luar negeri untuk dipromosikan?

“Bisa jadi, karena kemarin 31 produk Jawa Timur yang saya bawa (ke luar negeri), hanya 6 yang lolos kurasi untuk di pamerkan (belum dapat pembeli). Artinya kan prosesnya masih panjang,” ungkapnya.

Proses panjang yang dimaksud, Cici menjelaskan, dari produk yang ditawarkan ke masyarakat umum. Nantinya harus melalui tahapan verifikasi terkait syarat UMKM yang benar-benar dibutuhkan pasar.

Terpisah, Anggota Komisi XI DPR RI Sarmuji juga turut mendukung adanya inisiasi dari gerakan Jember Seger. Menurutnya, Jember Seger mengkhususkan pada pembinaan UMKM, yang lebih menyenangkan dan inovatif melalui pemanfaatan dunia IT.

“Bagi saya, mereka yang bergerak adalah anak-anak muda yang sangat familiar dengan dunia informasi dan teknologi. Kita sudah tahu betul, era informasi dan teknologi ini, UMKM dimanapun tempatnya, punya kesempatan yang sama untuk memasarkan produknya secara luas,” katanya.

Didukung juga dengan sentuhan generasi muda, kata legislator dari Golkar ini, juga diyakini dapat membawa keberhasilan dari kebangkitan UMKM. Terlebih di masa pandemi saat ini.