Peristiwa

Warga dan Mahasiswa Sidoarjo Demo Bupati, Pertanyakan Rekrutmen Pegawai RSUD Krian

SIDOARJO, FaktualNews.co – Rekrutmen pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Krian, Kabupaten Sidoarjo diduga bermasalah dan tak ada transparan. Hal itu memicu puluhan warga dari Kecamatan Krian menggelar ujuk rasa di Kantor Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Rabu (17/02/2022).

Unjuk rasa dari warga wilayah barat Sidoarjo itu didukung mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Mereka bergabung dengan satu tujuan mempertanyakan persoalan tersebut.

“Jadi salah satu indikasinya adalah tidak adanya alasan yang disampaikan panitia seleksi saat mendegradasi pelamar dalam proses seleksi administrasi,” ucap Dandi Amar, salah satu koordinator aksi.

Selain mempertanyakan keterbukaan seleksi tersebut, puluhan massa juga menagih janji Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor yang memprioritaskan warga wilayah Kecamatan Krian untuk pegawai RSUD Krian.

“Kami minta mempertemukan kami dengan bupati yang sudah berjanji akan memprioritaskan warga Krian. Ini karena kenyataan di lapangan banyak warga Krian yang justru langsung dicoret tanpa melalui proses tes saat seleksi administrasi, padahal kualifikasinya sudah memenuhi syarat,” ungkapnya.

Upaya menuntut kejelasan dan jawaban atas persoalan itu ketika berada di Kantor Bupati Sidoarjo tak membuahkan hasil. Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor tak menemui mereka. Justru, dua pejabat pemkab yaitu Asisten 1 Sekretaris Daerah (Setda), Ainur Rahman dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, Syaf Satriawarman yang menemui pengunjukrasa.

Namun kedua pejabat Pemkab Sidoarjo tersebut tidak bersedia menjawab pertanyaan yang disampaikan para pengunjukrasa. Keduannya hanya berjanji akan menyampaikan poin-poin tuntutan para pengunjukrasa pada Bupati Sidoarjo.

Geruduk Kantor DPRD Sidoarjo

 Aksi warga tak ada kejelasan di Kantor Bupati Sidoarjo, akhirnya bergerak ke Kantor DPRD Sidoarjo. Mereka tetap dengan tuntutan yang disampaikan sejak awal soal keterbukaan seleksi pegawai RSUD Krian. Beruntung aksi tersebut ditemui Ketua DPRD Sidoarjo, Usman.

Usman berjanji akan segera memanggil dinas terkait yang menangani proses rekrutmen tenaga kerja yang akan dikaryakan di RSUD Krian.

“Nanti coba akan kami agendakan hearing pada Jumat lusa. Bukan cuma OPD (Organisasi Perangkat Daerah), tapi para anggota dewan dari Dapil (Daerah Pemilihan) Krian dan sekitarnya juga akan kami undang,” ujarnya.

Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan bahwa pihaknya akan mempertanyakan proses rekrutmen tersebut sekalipun tanpa adanya tuntutan dari warga Kecamatan Krian.

“Ini adalah bagian dari tugas pokok dan fungsi kami sebagai anggota DPRD. Kami tetap akan melakukan pengawasan terkait RSUD Krian itu mulai dari proses pembangunannya tahun lalu hingga beroperasi nanti,” tuturnya.