Peristiwa

Soal Bunker Senjata di Masjid, Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo Langsung Cek Fakta

SIDOARJO, FaktualNews.co – Pernyataan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali tentang isu radikalisme dan bunker senjata di salah satu masjid di Sedati, membuat gusar sejumlah pengurus takmir. Untuk itu, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sidoarjo turun langsung memastikan fakta soal bunker senjata yang dimaksud.

Sejumlah pengurus PDPM Sidoarjo dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muhammadiyah (KOKAM) mendatangi sejumlah masjid di Sedati. Salah satunya tujuannya ialah Masjid Nurul Falah, Desa Semampir. Di sana, pengurus PDPM Sidoarjo diterima langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sedati Arifin Haryanto.

Pihak langsung menjelaskan di Sedati terdapat lima masjid di bawah pengelolaan Muhammadiyah. “Semua masjid Muhammadiyah di Sedati kami pastikan aman, setiap aktifitasnya terpantau dan tidak ada bunkernya,” kata Arifin, Jumat (18/2/2022).

Dengan beredarnya isu radikalisme di 15 kecamatan, khususnya bunker senjata di Sedati, Arifin mengaku harus ekstra hati-hati. Sebab, masjid Muhammadiyah terbuka untuk siapa saja yang ingin melaksanakan ibadah.

“Kalau isunya begitu kan kita jadi harus semakin hati-hati dan penjagaannya diperketat. Kalau masalah kotak amal yang dibobol sih biasa, mungkin ada yang butuh. Tapi kalau tiba-tiba ada yang menuduh masjid tempat berkembangnya radikalisme kan jadi saling curiga,” ungkapnya.

Selain mMasjid Nurul Falah, jajaran pengurus PDPM Sidoarjo juga mengunjungi Masjid Al Islam Desa Banjar Kemuning. Ketua Takmir Masjid Al Islam Ahmad Mustofa menegaskan, masjidnya dibangun atas semangat iman dan taqwa. Tidak ada aktifitas apapun di masjid tersebut yang bertentangan dengan semangat nasionalisme dan menentang hukum yang berlaku.

“Di sini hanya digunakan untuk salat jemaah dan pengajian-pengajian rutin. Dalam satu bulan, kita melaksanakan delapan kali pengajian. Empat kali pengajian tafsir Alquran, dua kali kajian fiqih, dan dua kali pengajian hadits,” kata Mustofa.

Pihaknya menegaskan, sebagai pemimpin, Bupati Sidoarjo seharusnya tabayun terlebih dahulu sebelum menuduh ada bunker senjata di masjid. Sebab itu akan membuat pengurus takmir saling mencurigai satu sama lain.

Sementara itu, Ketua PDPM Sidoarjo Adit Hananta Utama menegaskan, pihaknya serius ingin memastikan kondisi masjid-masjid di Sedati. Khususnya di bawah pengelolaan Muhammadiyah. Untuk itu, pihaknya meminta Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Sedati untuk menjaga masjid-masjid Muhammadiyah bersama KOKAM.

Lebih lanjut Adit menegaskan, Bupati Sidoarjo diharapkan segera menunjukkan kebenaran soal bunker senjata. Hal itu untuk menghindari fitnah maupun stigmatisasi terhadap Islam. “Kalau ada masjid yang menyimpan senjata, seharusnya Polri sudah melakukan tindakan. Karena itu jelas melanggar hukum yang berlaku,” ujar Adit.

Fitnah terhadap Islam, lanjut Adit, tidak akan dibiarkan oleh Pemuda Muhammadiyah. “Saya yakin, teman-teman dari ormas maupun organisasi kepemudaan berbasis Islam juga akan tersinggung jika Islam atau masjid dituduh sebagai basis penyebaran paham radikalisme,” pungkasnya.