FaktualNews.co

Jembatan Penghubung Antar Desa di Situbondo Ambruk, Tak Kuat Menahan Beban

Peristiwa     Dibaca : 797 kali Penulis:
Jembatan Penghubung Antar Desa di Situbondo Ambruk, Tak Kuat Menahan Beban
FaktualNews.co/Fathul Bari.
Bupati Situbondo, Karna Suswandi, didampingi Kepala DPUPR, saat meninjau jembatan ambruk.

SITUBONDO, FaktualNews.co – Sebuah jembatan penghubung antara Desa Gunung Putri dengan Desa Gunung Malang, Kecamatan Suboh, Situbondo ambruk. Peristiwa ini terjadi setelah dilewati truk nopol P 9904 UC, bermuatan ratusan gelondong kayu sengon, Kamis (10/3/2022).

Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun roda belakang truk yang dikemudikan Samsul terperosok. Untuk mengantisipasi truk jatuh ke dasar sungai, puluhan warga bergotong royong menurunkan muatan truk tersebut.

Usai muatannya diturunkan. Selanjutnya truk tersebut langsung ditarik dengan mobil derek milik Satlantas Polres Situbondo. Dengan dibantu puluhan warga sekitar, truk berhasil dievakuasi sekitar pukul 13.00 WIB.

Mendapat informasi ada jembatan ambruk, Bupati Situbondo, Karna Suswandi didampingi Kepala DPUPR Gatot Siswoyo dan Camat Suboh, langsung meninjau jembatan ambruk tersebut. Bupati Karna berjanji akan membuat jembatan sementara.

“Agar warga tidak terisolir dengan ambruknya jembatan tersebut. Kami akan membuat jembatan sementara. Oleh karena itu, saya perintahkan kepala PU untuk berkoordinasi dengan Kades, untuk merealisasikan pembuatan jembatan sementara tersebut,”kata Bupati Karna Suswandi, Kamis (10/3/2022).

Menurut dia, pihaknya sengaja membuat jembatan sementara, sebelum pembangunan jembatan permanen dilaksanakan. Sebab, warga yang akan keluar harus memutar melewati jalan arak-arak Bondowoso.

“Makanya jembatan darurat yang menghubungkan Desa Gunung Putri dan Gunung Malang akan segera dibuat,”bebernya.

Bupati Karna menambahkan, ada dua faktor yang menyebabkan pondasi jembatan yang menghubungkan dua desa ambruk. Pertama karena usia jembatan lebih dari 30 tahun, faktor kedua adalah, diduga karena muatan truk yang terlalu berat.

“Sehingga jembatan yang menghubungkan dua desa itu, tidak kuat menahan beban, saat truk bermuatan kayu sengon melintas,”pungkasnya.

 

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin